SuaraBanten.id - Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dicap sombong buntut perlakuannya yang dianggap halangi wartawan saat wawancara Balai Besar Wilayah Sungai Ciujung, Ciliman dan Cidurian (BBWSC3).
Dalam video yang beredar Rabu (15/2/2023) kemarin yang diunggah @kabarnegri Bupati Lebak tampak meminta wartawan menyudahi sesi wawancara dengan pejabat BBWSC3.
Namun, cara Iti menyetop wartawan mewawancarai narasumber itu dinilai tidak etis. Tampak dalam video tersebut, Iti meminta wartawan jangan terlalu banyak bertanya kepada sejumlah pejabat BBWSC3.
“Udah-udah wawancara yang bermaknanya aja, kan udah dikasih kesempatan dan rekan-rekan jangan banyak berkicau lah,” kata Iti Octavia Jayabaya dalam video tersebut.
Kata Iti, jurnalis tugasnya memfasilitasi keberlangsungan pembangunan, saat ini BBWSC3 sedang mengerjakan proyek strategis nasional, jangan sampai ada yang menghalangi pembangunan.
“Udah Pak tinggalkan saja, waktunya kerja jangan banyak komen, ini kuasa saya,” ujarnya.
Karenanya, orang nomor satu di Kabupaten Lebak itu dicap sombong oleh sejumlah netizen. Apa yang dilakukan Iti terhadap sejumlah wartan dianggap tidak pantas.
"Sombong.. Jabatan itu amanah untuk melayani masyarakat. Ditanya jawab boleh ndak juga boleh kok. Kenapa malah anda marah2. Kalau ndak siap jadi pejabat publik tidur dirumah aja..," kata @kuswanto_saputro.
"Kalau rakyat lebak stop bayar pajak, apa anda masih bisa ngegaasss kayak gitu bu? Jurnalus itu kerjanya memberitakan kebenaran bukan membenarkan pembenaran.. Selagi tdk melanggar kode etik jurnistik, anda tidak berhak menghambat informasi yg dicari jurnalis," ungkap odie.armand.
Baca Juga: Iti Octavia Jayabaya Halangi Wartawan Wawancara Pejabat BBWSC3, Netizen: Takut Ketahuan Boroknya?
"Bagus itu....bapak kacamata nya aja santai kok di vidio yg separo ,kedengaran siapa yg nge gas gas awal nya," timpal netizen lain.
"Nnti kalau dia kampanye lagi ga usah ada yg beritain ya kawan2 jurnalis. Sombong amat," celetuk netizen lainnya.
Namun, selain komentar yang menyudutkan Bupati Lebak, ternyata banyak juga netizen yang mendukung apa yang dilakukan Iti Octavia Jayabaya.
"wartawanya terlalu egois si... harusnya biarin kawab.. baru nnti kasih pertanyaan lagi... bukan baru jawab udh di tanya.. jatuhnya dialog jadian," kata @bernad_hatoguan berkomentar.
"Tapi bener tuh, dimana arogansi nya? , apa yang salah min? Saatnya bekerja, ga ada indikasi arogansi," tulis @yayan681.
"Kali ini saya berpihak ke ibu Bupati, jadi pemimpin emang harus tegas. Beda ya itu tegas bukan arogan," @sitiraudha_maulina. "Galak sih... Tpi ttep cantik si ibu mah...," pungkas @rohim979.
Berita Terkait
-
Kronologi 5 Jurnalis Foto Hilang Kontak di Perairan Gunung Anak Krakatau, Basarnas Sisir Selat Sunda
-
Kemenko Polkam Ganti Motor Wartawan yang Raib Saat Liputan Karhutla
-
Benny K. Harman Dikecam Usai Pernyataannya yang Dinilai Merendahkan Wartawan
-
Bambang Harymurti Wanti-wanti RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Senjata Politik
-
Bela Prabowo soal 'Londo Ireng', Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang