SuaraBanten.id - Tiga perusahaan di Serang dan Tangerang, Banten kabarnya bakal keluar dari Provinsi Banten. Salah satu penyebabnya karena upah minum Kabupaten/Kota (UMK) yang cukup tinggi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, Septo Kalnadi membenarkan hal tersebut. Ketiga perusahan itu yakni, PT KMK Global Sport di Cikupa, Kabupaten Tangerang, PT Nikomas Gemilang serta PT Parkland World Indonesia (PWI) 1 dan 2 di Cikande Kabupaten Serang.
“Nikomas (pindah) ke Pekalongan, KMK ke Salatiga dan Temanggung, PT PWI 1 dan PWI 2 ke Pati,” kata Septo, Jumat (11/11/2022).
Septo mengungkapkan, salah satu alasan hengkangnya tiga perusahaan dikarenakan tingginya UMK di wilayahnya masing-masing.
Septo juga menyebut dengan hengkangnya tiga perusahaan itu tentu akan berdampak pada jumlah pengangguran di Banten.
“Hengkangnya tiga perusahaan padat karya, yang menyerap banyak tenaga kerja itu akan berdampak pada bertambahnya jumlah penganggur di Banten,” ungkapnya.
Septo mengungkapkan, PT Nikomas yang memproduksi alas kaki itu saat ini ada sebanyak 54 ribu tenaga kerja. Bila tahun depan secara bertahap pindah akan menyebabkan bertambahnya jumlah pengangguran sebanyak 47 ribu.
“Kalau dia hengkang kita enggak tahu disisakan berapa. Kalau disisakan 5 sampai 7 ribu dan itu sisanya potensi pengangguran,” ujar Septo.
Septo memaparkan, untuk mengatasi potensi membludaknya pengangguran, Septo bakal menyiapkan program-program pelatihan agar para tenaga kerja saat berhenti membuka lapangan pekerjaan baru atau mandiri.
Baca Juga: PT Indoferro Cilgon Kebakaran, Penyebab Belum Diketahui
Pemprov Banten juga akan berkerja sama dengan industri lain untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap bekerja.
“Kalau pun begitu dengan anggaran yang ada akan digencarkan pelatihan kerja melalui UPT Latker kerjasama dengan industri. Mereka selesai dilatih bisa magang dan langsung kerja, ada juga pelatihan berbasis masyarakat untuk membangkitkan UMKM,” jelasnya.
Lebih lanjut, Septo menyebut pada tahun 2025 mendatang akan ada dua perusahan besar yakni PT Chandra Asih dan PT Lotte Chimical yang akan beroperasi di Provinsi Banten. Kedua perusahaan itu diharapkan menyerap tenaga kerja lokal.
Berita Terkait
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Persib Menjauh, Mental Juara Borneo FC Diuji Saat Jamu Persita
-
Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Katanya Kota Industri, Gaji Buruh Cilacap di Bawah UMK
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
5 Rekomendasi Brand Sepatu Lokal Terbaik yang Sedang Trend di Tahun 2026, Gaya Kamu Auto Naik Level
-
Pengangguran Masih Tinggi di Kabupaten Serang
-
BPS: 411 Ribu Warga Banten Masih Menganggur, Kualitas Lapangan Kerja Jadi Sorotan
-
Cari Cuan dari Emas Ilegal, 7 Penambang di Kabupaten Lebak Terancam Denda hingga Rp100 Miliar
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M