SuaraBanten.id - Suku Baduy merupakan salah satu suku di Indonesia yang hidup di alam pegunungan Kendeng, Kabupaten Lebak, Banten.
Meskipun hanya berjarak 100 kilometer dari barat daya Ibukota Jakarta, Suku Baduy masih mempertahankan gaya hidup tradisional dalam lingkungan masyarakat selama 400 tahun hingga sekarang tanpa gangguan ekonomi dan tekanan sosial dari dunia modernisasi.
Dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu Baduy dalam dan Baduy luar mereka menempati wilayah dengan luas sekitar 5.000 hektar dan populasi sekitar 22.000 orang ini memang khusus disediakan oleh pemerintah Kabupaten Lebak untuk masyarakat Baduy.
Diketahui, semua masyarakat Suku Baduy memeluk ajaran Sunda Wiwitan yang merupakan aliran kepercayaan monoteisme purba dimana mereka masih mempercayai terhadap Tuhan namun menganut aliran animisme dan dinamisme.
Baca Juga: Kemenkes Mempertegas Kekuatan Teknologi Farmasi dan Alkes Indonesia via Pameran
Suku Baduy dan Agama Islam
Meskipun demikian, tak sedikit masyarakat Baduy yang merupakan penduduk asli dari desa Kanekes telah banyak yang berpindah ke agama Islam. Hal itu merupakan faktor dari seringnya masyarakat Kanekes berinteraksi dengan masyarakat Islam yang berada di wilayah luar Kanekes.
Bagi mereka yang berpindah agama secara tidak langsung telah menyatakan siap untuk keluar dari kampung asalnya lantaran hukum Suku Baduy yang ketat dimana barang siapa yang pindah keyakinan dari wiwitan ke agama lain maka mereka diminta untuk pergi meninggalkan desa Kanekes.
Tak hanya memiliki tradisi dan ajaran agama sendiri, masyarakat Suku Baduy juga memiliki hukum berbeda soal pernikahan. Dikutip dari kanal YouTube Sahib NU, menurut mereka ikatan pernikahan adalah sebuah hukum alam yang harus terjadi dan dilakukan oleh seluruh manusia.
Istilah yang sangat populer di Suku Baduy adalah perkawinan 'rukun hirup'. Dalam ajaran agama Suku Baduy tentang pernikahan ternyata memiliki kaitan erat dengan agama Islam.
Pandangan mereka terhadap perkawinan yang diimplementasikan berupa perwujudan dari keyakinan luhur untuk tidak melibatkan diri pada hal-hal yang merusak ikatan rumah tangga seperti praktek perceraian.
Hal tersebut sudah diamanatkan oleh tetua adat untuk menjaga dan mentaatinya di dalam aturan adat Suku Baduy perceraian sangat dilarang karena menurut mereka melangsungkan perkawinan diperbolehkan hanya sekali seumur hidup, terkecuali terdapat sebab-sebab alamiah.
Namun Suku Baduy juga menyadari bahwa ujian dan cobaan dalam pernikahan itu ada dan terdapat mekanisme tersendiri apabila pasangan suami istri Suku Baduy ingin melakukan perceraian, yaitu laki-laki yang boleh menjatuhkan talak dan menceraikan istrinya. Hal ini tentu sangat erat kaitannya dengan hukum Islam, yaitu talak hanya milik suami.
Mengenai masalah administrasi pencatatan perkawinan di Kantot Urusan Agama (KUA) desa Kanekes bila dibandingkan dengan desa-desa lainnya tergolong desa yang minim administrasi.
Pencatatan perkawinan di KUA pada tahun 2018 di desa Kanekes terjadi 42 peristiwa perkawinan yang tercatat di desa namun tidak ada satupun yang tercatat di KUA Kecamatan Leuwidamar. Tidak heran lantara Suku Baduy yang menganut aliran kepercayaan sunda wiwitan dan pencatatan pernikahan untuk alirah tersebut masih belum tersedia.
Klik Disini Untuk Melihat Videonya
Kontributor : Mira puspito
Berita Terkait
-
Raja Charles dan Ratu Camilla Rayakan 20 Tahun Pernikahan di Tengah Jamuan Kenegaraan Megah di Roma
-
Bakamla Evakuasi 12 ABK Kapal Motor Mutiara Ferindo 2 yang Terbakar di Perairan Banten
-
Pantai Anyer dan Carita Dipenuhi Pengunjung, Intip 5 Rekomendasi Pantai Indah Lainnya di Banten
-
Bolehkah Menikah dengan Sepupu? Ini Hukumnya dalam Islam
-
Rano Karno Kenang Momen Ini saat Gelar Open House
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Kolaborasi dengan BRI Antarkan Desa Wunut Jadi Desa dengan Pembangunan Berkelanjutan
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Sukses Perkenalkan Minyak Telon Lokal, Habbie
-
Kawasan Banten Lama Dipadati Ribuan Peziarah Pada Libur Lebaran
-
Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil Dipadati Ribuan Wisatawan
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran