SuaraBanten.id - Pemprov Banten diminta ikut turun tangan untuk menghadapi banjir yang terjadi di Kota Serang, Banten. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Serang Syafrudin.
Syafrudin mengungkapkan, ada tiga titik lokasi penyebab banjir di Kota Serang yang merupakan kewenangan Provinsi Banten.
"Sebenarnya salurannya itu ada tiga, pertama dari Cikutuk ke Pasar Rau, Cikutuk ke Ledian dan Cikutuk sampai Calung," kata Wali Kota Serang, Syafrudin saat ditemui di Yayasan Alhidayah, Ciceri, Kota Serang, Banten, Rabu (12/10/2022).
"Yang tiga ini yang harus diperhatikan dan 3 titik ini menjadi tanggungjawab Provinsi juga.
Mudah-mudahan Provinsi bisa ngebantu,” ungkap politisi PAN ini.
Kata Syafrudin, Pemkot Serang sebenarnya sudah menormalisasi kali dan sungai di Kecamatan Serang dan Kasemen.
“Mudah-mudahan saluran itu sudah dinormalisasi. Tapi tidak cukup seperti itu tampaknya, harus partisipasi masyarakat juga kita dorong terutama di tengah perkampungan. Banyak titik rawan banjir,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syafrudin mengimbau masyarakat tidak menempati bantaran sungai yang rawan banjir. Terlebih, saat ini curah hujan sedang ekstrem di beberapa wilayah Banten.
“Kami imbau kepada masyarakat yang pertama jangan buang sampah di kali atau bantaran sungai. Dan kepada warga yang tinggal di bantaran harus waspada, kalau bisa jangan ada di bantaran, karena pengalaman dari tahun kemarin jangan sampai nanti jadi korban kebanjiran,” ujarnya.
Baca Juga: Stasiun Bogor Banjir, Pintu Masuk dan Keluar Ditutup Sementara!
Berita Terkait
-
BMKG Ingatkan Gelombang 4 Meter dan Ancaman Banjir Rob di Sejumlah Pesisir
-
Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan
-
Asal Bangun, Viral Kopdes di Sini Hampir Tenggelam karena Banjir
-
Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam
-
Kali Bekasi Kembali Menghitam dan Berbusa
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru
-
Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
-
Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak
-
Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan
-
Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi