SuaraBanten.id - Nasib guru honorer di Indonesia memang masih ramai menjadi pembahasan publik. Bukan tanpa alasan, para guru honorer disorot lantaran mendapatkan gaji bulanan yang jauh di bawah standar.
Seperti kisah guru honorer satu ini yang belakangan viral di media sosial. Lewat rekaman video yang dibagikan oleh akun TikTok @margacistha, guru honorer tersebut diketahui bernama Marga.
Dalam video viral itu, sang guru honorer memperlihatkan gaji bulanannya yang hanya Rp200 ribu. Gaji mengajarnya itu dia terima secara tunai di dalam sebuah amplop putih dengan bertuliskan namanya.
Meskipun demikian, ia tetap bersyukur atas gaji tersebut seperti yang ditulis dalam videonya.
"Puji tuhan ini gaji untuk bulan september ini (emot wajah penuh cinta). Semangat untuk semua guru honorer di indonesia (emot love)" tulisnya dalam video yang viral di TikTok itu.
Dengan gaji Rp200 ribu itu, ia bahkan masih mau menyisihkannya agar bisa membelikan peralatan sekolah bagi salah satu murid.
"Mau aku pakai untuk kebutuhan anak2 (emot wajah penuh cinta)," tulisnya dalam video unggahannya.
Guru lelaki tersebut kemudian memanggil salah satu muridnya dan menanyakan apakah ada temannya yang membutuhkan dasi atau topi baru.
"Co ini co, sini-sini. Kira-kira temene sampean yang kayak topi atau dasi yang waktunya ganti siapa ya?," tanya sang guru honorer itu. "Reza,"jawab muridnya.
Baca Juga: Selidiki Robohnya Tembok di MTsN 19 yang Tewaskan Tiga Siswa, Polisi Kerahkan Tim Puslabfor
"Reza ? Kelas berapa Reza? Tolong panggilin ya, coba tak lihat" imbuh sang guru.
Setelah dipanggil, Reza pun datang dan terlihat dengan dasi yang sudah tidak layak karena karet leher yang sudah longgar. Guru tersebut pun langsung mengajaknya untuk membeli dasi baru di sekolah.
"Nah dasi buat sampean, pakai ya, pakai dulu," ucap sang guru honorer kepada Reza.
Seperti diketahui, gaji guru honorer di Indonesia memang masih menjadi polemik di dunia pendidikan. Misi para guru untuk mencerdaskan anak bangsa pun dirasa sangat tak sepadan dengan pengorbanan mereka.
Video tersebut sudah mendapatkan 274 ribu suka dan menarik berbagai tanggapan dari warganet yang telah menonton.
"Dalam kondisi ap"pun yg trbaik Dgn Ber"syukur"...krna Ke"baikan Tuhan sungguh luar biasa (emot tangan sungkem)," kata akun @g****l. "nangis bgt gua liat gaji 200," cuit @A******.
Berita Terkait
-
Awas Bahaya Logistik Gratisan: Kasus Teh Berbusa Demo HI Jadi Pelajaran
-
Viral Warga Threads Obral Jasa dan Produk Gratis Bila Prabowo Lengser
-
Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi
-
Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI
-
Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
BUMD Banten Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Cabai dan Tomat Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor
-
Dendam Kesumat 8 Tahun Berujung Maut, Pria di Cilegon Nekat Tancapkan Pisau Dapur ke Kepala Korban
-
Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran
-
Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan
-
Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi