SuaraBanten.id - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mengatakan, pihaknya meminta kepada pihak kepolisian yakni Kapolri untuk membentuk tim pencari fakta dalam mengusut kasus tewasnya ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan Malang.
Sugeng mengatakan tim pencari fakta yang dibentuk harus melibatkan banyak pihak; tidak hanya dari institusi Bhayangkara, tetapi juga melibatkan pihak lain, seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), serta perwakilan suporter.
Tim pencari fakta tersebut bertujuan untuk mendalami penyebab kematian ratusan pendukung sepak bola usai pertandingan antara Arema FC berhadapan dengan Persebaya Surabaya di Jawa Timur, Sabtu (1/10).
IPW juga mendesak agar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mencabut izin sementara seluruh penyelenggaraan kompetisi Liga 1 menyusul tragedi di Stadion Kanjuruhan.
"Ini sebagai bahan evaluasi harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat)," tambah Sugeng.
Selain itu, tambahnya, upaya pencabutan izin kompetisi juga sebagai kesempatan untuk menganalisis sistem pengamanan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan pascapertandingan sepak bola.
Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, bermula saat ribuan pendukung Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah dari Persebaya dengan skor 3-2. Kemudian, para pemain dan ofisial Persebaya langsung meninggalkan Stadion Kanjuruhan dengan menggunakan empat mobil barakuda.
Kerusuhan tersebut semakin membesar dimana sejumlah flare dilemparkan, termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari Polri dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut.
Hingga Minggu pagi, sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta di Jawa Timur. [Antara]
Baca Juga: Kronologi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang Menewaskan Lebih dari 100 Orang
Berita Terkait
-
Kronologi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang Menewaskan Lebih dari 100 Orang
-
Komentari Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Krisdayanti: Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa!
-
Fakta Tragedi Kanjuruhan: Panpel Cetak Tiket Lampaui Kapasitas, Polisi Tembak Gas Air Mata, Main Malam, Suporter Invasi Lapangan
-
Update Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya, Ada yang Meninggal di Stadion dan RS
-
Soroti Tragedi Berdarah di Stadion Kanjuruhan, Ridwan Kamil: Jangan Memaksa Pertandingan Selalu Malam Hari
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
2.000 Warga Cilegon Mudik Gratis, 50 Bus Diberangkatkan ke Jawa Hingga Sumatra
-
Awas Lubang Maut! Polresta Tangerang Petakan 4 Titik Jalur Mudik Paling Rawan Kecelakaan
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Gegara Kematian Badak Jawa, Pegiat Satwa Resmi Layangkan Somasi ke Kemenhut dan BTNUK
-
Kangen Teman Lama? Ini 5 Tempat Bukber 'Paling Asyik' di Lebak untuk Reuni Alumni