SuaraBanten.id - Bagi para penggemar girl group JKT48, nama Melati tentunya sudah tak asing lagi. Ia merupakan salah satu anggota JKT48 generasi keempat. Eks member girl group satu ini belakangan menuai sorotan publik.
Profesi baru yang digelutinya usai lulus dari JKT48 membuat Melati makin dikenal. Tak lagi aktif sebagai penyanyi, Melati kini disibukkan dengan bisnis nasi bakar miliknya. Bisnis yang awalnya ia jalankan di pinggir jalan tersebut, kini berpindah ke garasi dekat rumahnya.
Warung tersebut kini juga semakin ramai pengunjung, hal ini diperlihatkan Thariq Halilintar dalam video terbarunya. Lantas, seperti apa potret warung nasi bakar Melati eks JKT48 ini? Simak, ulasan lengkapnya berikut ini!
1. Warung
Seperti inilah potret bagian depan warung nasi bakar milik Melati eks JKT48. Tampak beberapa motor pengunjung berjejer rapi di depan warung saat Thariq Halilintar datang berkunjung.
Warung yang berlokasi di Wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat ini juga tampak ramai pengunjung. Terlihat dari beberapa kursi yang dipenuhi para pembeli yang ingin menikmati nasi bakar buatan Melati.
2. Garasi
Lokasi warung nasi Melati ini semula merupakan sebuah garasi yang disulap menjadi tempat usaha miliknya. Awalnya Melati membuka usaha nasi bakarnya di pinggir jalan, namun setelah ramai pengunjung ia pun memutuskan pindah ke garasi dekat rumahnya.
Nasi Bakar milik mantan anggota JKT48 ini juga cukup populer di TikTok, tak heran jika warungnya juga turut ramai pengunjung. Apalagi Melati juga turun langsung membuat nasi bakar untuk para pelanggannya.
Baca Juga: Nyesek Banget, Detik-detik Atta Halilintar Ketemu Baby Ameena Viral
3. Dadakan
Daya tarik lain dari nasi bakar milik Melati ini adalah sistem membakarnya yang dadakan. Pengunjung juga dapat memilih sendiri lauk untuk nasi bakar pesanan mereka. Pilihan lauknya pun cukup beragam, mulai dari cumi, ayam, ikan teri hingga telur. Thariq yang datang untuk mencicipi pun mencoba membungkus nasi bakar pesanannya sendiri.
Selain Thariq Halilintar, ada banyak pengunjung lain yang rela antri demi bisa menikmati nasi bakar Melati ini. Warung ini buka sejak pukul 5 sore dan biasanya telah banyak pengunjung yang datang untuk mengantri.
4. Cekatan
Pemilik nama lengkap Melati Putri Rahel Sesilia ini juga tampak cekatan membuat nasi pesanan para pembeli. Meski sibuk, ia masih sempat menjawab pertanyaan Thariq sembari mengajari cara membungkus nasi bakar yang benar.
5. Memesan
Berita Terkait
-
Dari Berita ke Bisnis, Media Lokal Diminta Berani Ciptakan Ekosistem Baru
-
BRI Luncurkan Qlola Mobile, Permudah Akses Keuangan dan Transaksi Bisnis
-
Networking Jadi Kunci, Media Bisa Ubah Komunitas Jadi Ekosistem Bisnis
-
Kapitalisasi Slang Internet: Sisi Bisnis di Balik Bahasa Copywriting Modern
-
MMA IMPACT Indonesia 2026 Dorong Pemasar Ciptakan Nilai Bisnis
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu