SuaraBanten.id - Wakil Wali Kota Cilegon, Sanuji Pentamarta siap menjadi orang tua asuh dari kedua anak korban kecelakaan maut yang sempat terjadi di Jalan Lingkar Selatan atau JLS tepatnya di tanjakan Lebak Denok, Citangkil, Kota Cilegon, Rabu (17/8/2022) kemarin.
Hal itu disampaikan oleh orang nomor dua di Kota Cilegon usai mengikuti pemakaman jenazah korban kecelakaan sepasang suami istri (Pasutri) yang tewas terlindas truk dengan Nopol B 9637 JQO. Mereka diantaranya yang menjadi korban bernama AI (35) dan RI (33), keduanya merupakan warga Lingkungan Kapudenok Masjid RT.01/RW.01, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon.
"Insya Allah saya menjadi bapak asuh bagi kedua anaknya," kata Wakil Wali Kota Cilegon, Sanuji Pentamarta di usai memakamkan jenazah pasutri korban kecelakaan maut, Rabu (17/8/2022) malam.
Meski Sanuji telah mendeklarasikan diri untuk menjadi orang tua asuh dari kedua anak korban kecelakaan, namun dirinya tidak menutup kesempatan bagi keluarga lainnya untuk memusyawarahkan soal orang tua asuhnya.
"Saya mengingatkan diri menjadi bapak asuhnya, nanti kita musyawarahkan," ucapnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mengatakan bahwa kecelakaan tersebut bisa jadi merupakan skenario Tuhan. Namun, bisa juga merupakan kelalaian Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.
"Boleh jadi musibah beliau karena takdir Allah swt, tapi boleh jadi ada kelalaian kami, kelalaian pemerintah, mudah mudahan ini bisa jadi pelajaran buat kita semua, buat saya tentunya ada pertanggungajawaban yang engga ringan, jadi perhatian buat kita semua aparatur pemerintah, mulai dari RT/RW, Lurah, Camat, Kepala Dinas, Wakil Wali Kota hingga Dewan," terangnya.
Menurutnya, ada banyak catatan yang harus diselesaikan di lokasi tempat terjadinya kecelakaan yang menghilangkan nyawa sepasang suami istri asal Kota Cilegon. Pasalnya, kata Dia, hal itu tidak boleh lagi sampai terjadi di Kota Cilegon.
"Ada banyak cacatan dilokasi itu, ada banyak catatan yang harus diselesaikan," ucapnya.
Baca Juga: Lirik Lagu Penyanyi Jalanan soal Kasus Polisi Tembak Polisi Menohok: Kasus Semerawut!
"Selebihnya saya mohon maaf dan terimakasih kepada masyarakat yang sudah kompak menyelesaikan kewajiban, memandikan, mensholatkan hingga memakamkan, sekali lagi mudah mudahan almarhum menjadi khusnul khotimah," imbuhnya.
"Saya amat sangat berduka cita, terimakasih warga yang malam ini langsung mengurusnya, mudah mudahan anak anaknya menjadi anak yang sholeh sholehah dan keturunannya," tutupnya seraya berdoa.
Sebelumnya, korban kecelakaan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) meski sudah kehilangan nyawa saat dilokasi kejadian. Diketahui, saat insiden tersebut kedua korban sedang menaiki motor Yamaha Vino dengan Nopol AE 5792 KK dari arah Cilegon menuju Citangkil.
Namun, sesampainya di tanjakan terdapat kendaraan truk yang berhenti untuk mengganti persneling rendah dan tiba-tiba truk tidak kuat menanjak kemudian mundur dan menabrak kedua korban yang berada tepat dibelakang truk.
Kontributor : Firasat Nikmatullah
Berita Terkait
-
Diduga Terlihat di Dekat Anak Krakatau, Kapal Arupadhatu 1 Ternyata Nihil
-
Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut
-
Menelisik Penyebab Tragedi KM Virgo, Guru Besar ITS Duga Muatan Bergeser atau Air Masuk
-
9 Jam Melawan Maut di Masalembo, Cerita 5 ABK KM Virgo Bertahan Hidup Berbekal Tabung Elpiji Kosong
-
2 Korban KM Virgo Transport 8 Dievakuasi Polri Pakai Helikopter
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang