SuaraBanten.id - Pesulap Merah alias Marcel Radhival baru-baru ini memberi tanggapan soal sejumlah dukun yang melaporkannya ke Polisi. Dalam sebuah video viral, Pesulap Merah mengomentari laporan atasnya yang dilayangkan ke polisi dengan menyinggung soal penglaris.
Seperti diketahui, kabar Pesulap Merah dilaporkan ke polisi oleh sejumlah dukun viral di media sosial. Terkait hal tersebut Marcel menanggapinya santai dan memastikan hingga saat ini dirinya belum pernah dipanggil polisi.
Dalam video viral di TikTok @laporpaksiap, Pesulap Merah memberi tanggapan soal tuntutan yang menyatakan jika para dukun tersebut sepi job akibat aksinya. Ia pun mengatakan jika hal tersebut membuktikan soal ilmu penglaris yang sebenarnya tidak ada.
"Kalo tanggapan saya kenapa dilaporin ya mungkin Allah Azza Wa Jal ingin memperlihatkan kalau dukun itu tidak bisa dipercaya. Ya buktinya kalau dukun bermasalah ke polisi bukan pake main dukun ya kan, Allah mau memperlihatkan itu," ungkap Pesulap Merah.
Pesulap Merah juga menyinggung soal alasan para dukun yang melaporkannya karena alasan sepi job pasca dirinya membongkar trik sulap yang digunakan untuk praktek perdukunan.
"Kalau gak salah saya baca mereka melaporkan itu karena ngakunya jobnya sepi, nah ini kan membuktikan bahwa dukun gak ada tuh bisa penglaris pesugihan, kalau dukun bisa penglaris kenapa mereka koar-koar ketika jobnya sepi, pakek aja penglaris harusnya, iya kan. Kalau misalkan ada ilmu penglaris beneran," ungkapnya.
Ia juga menegaskan jika hingga saat ini, dirinya belum menerima surat panggilan dari kepolisian dan ungkapkan jika laporan tersebut tersebut terlalu dipaksakan.
"Nah itu mungkin Allah Azza Wa Jal lewat kejadian ini ingin memperlihatkan bahwa sebenarnya dukun adalah manusia biasa, maka dari itu jangan percaya dukun, percayanya adalah Allah Azza Wa Jal, percaya kembali ke agama masing-masing dan tuhan masing-masing," pesan Pesulap Merah.
"Ya kan siapapun bisa membuat laporan, siapapun didunia ini juga bebas buat laporan tapikan polisi selidiki lagi nanti masuk gak deliknya, ketika masuk ke pasal baru dikasih surat panggilan. Sampai saat ini tidak ada surat panggilan sama sekali dari polisi dan itu berarti ya laporannya tidak masuk delik alias dipaksakan doang," jelasnya.
Baca Juga: Diajak Ngopi Oleh Master Limbad, Gus Samsudin Lakukan Tapa Pendem Sebagai Persiapan: Tunggu Saya ya
Dan saat ada yang menanyakan undang-undang perlindungan dukun, ia menyanggahnya, sebaliknya jika perdukunan di Indonesia ini sebenarnya dilarang dan sudah ada di dalam undang-undang pasal 545 KUHP.
"Dukun dilindungi undang-undang, undang-undang yang mana yang melindungi ? bahkan di pasal 545, catet ini ya pasal 545-547 itu pelarangan tentang perdukunan. Lihat sendiri, cek di media sosial yang teman-teman yang gak tau pasal," ujar Pesulap Merah," lanjutnya menjelaskan.
"Pasal 545 KUHP, pasal 546 KUHP dan pasal 547 KUHP itu pelarangan tentang praktek perdukunan seperti jual jimat, bawa jimat ketika jadi saksi dan sebagainya kayak ngeramal itu dilarang lo di Indonesia. Cek sendiri kalau gak percaya.," ungkap Pesulap Merah.
Sontak video yang telah disukai lebih dari 191 kali tersebut banyak mendapat komentar yang bernada kocak dari netizen.
"Alhamdulillah adanya Vidio ini saya sadarr yg dulunya sedikit percaya dukun..sekrg jadi enggak sama sekali..thank you bang pesulap merah," kata akun @Do****il
"kalok ada penglaris. kenapa BUMN rugi terus (emot tertawa)," ungkap @wi****an.
Tag
Berita Terkait
-
Diajak Ngopi Oleh Master Limbad, Gus Samsudin Lakukan Tapa Pendem Sebagai Persiapan: Tunggu Saya ya
-
Paranormal Suku Dayak Tidak Tersinggung Aksi Pesulap Merah Bongkar Trik Dukun, Kok Bisa?
-
Kasus Pencurian Cokelat Memanas, Alfamart Gandeng Hotman Paris Jadi Kuasa Hukum Lawan Pelaku
-
Nabung Hingga 5 Tahun, Bapak Ini Bawa Sekarung Uang Untuk Beli Motor
-
Juara di AFF U-16, Bima Sakti Terapkan Ritual ke Pemain Sebelum Berlaga: Tatap Dinding dengan Foto Orang Tua
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Satu Tahun Ratu Zakiyah-Najib, Program Pendidikan dan Kesehatan Tuai Apresiasi Dewan
-
PAN Cilegon Siapkan Strategi Menang Pemilu 2029, Fokus Konsolidasi hingga Pendataan Relawan
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Wabup vs Bapperida, Kebijakan TPA Bojong Menteng Serang Terpecah Belah?
-
Satu Tahun Zakiyah-Najib, Fraksi Demokrat Kritik Lambannya OPD dan Sengkarut Sampah di Serang