SuaraBanten.id - Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengembangkan pengolahan sampah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di DKI Jakarta.
"Pengolahan sampah ini menjadi eco enzyme, black soldier fly yang salah satu manfaatnya dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dari sampah," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan Mukhlisin dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2022).
Mukhlisin menambahkan, lingkungan yang memiliki pengelolaan sampah menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan lingkungan yang asri.
"Adanya pemilahan sampah oleh warga membuat gaya hidup warga berubah menjadi lebih sehat dan ramah lingkungan," ujar dia.
Hasil dari komitmen dalam pemilahan sampah tersebut mulai terlihat di di RW 02 Kelurahan Guntur Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.
Warga Kelurahan Guntur telah mengurangi pengiriman sampah ke Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. "Minimal sampah bisa diolah dan yang dikirim ke Bantargebang tidak sampai 1.600 ton dan terus dikurangi," katanya.
Lurah Guntur, Leo Harahap mengatakan, seluruh program yang kini dikerjakan merupakan hasil dari kerja keras warga yang antusias ketika menjadi salah satu peserta pada tingkat nasional.
"Terlebih ketika ini penilaian sudah masuk ke tingkat nasional. Mendengarnya aja 'wah udah keren nih', Makanya warga antusias mau bantu," kata Leo.
Leo mengatakan, ada banyak pihak yang terlibat untuk membantu seperti ASN, tiga pilar, hingga dalam bentuk tenaga terutama Petugas Prasarana dan Sarana Umum atau PPSU.
Baca Juga: Ajukan Rehabilitasi, Manajer BCL Akan Jalani Asesmen di BNNP DKI
Semua keberhasilan itu diperoleh dari kerja sama antarwarga mulai dari RT dan RW. Leo menegaskan, yang terpenting dalam program pengolahan sampah ini adalah warga harus tahu dulu manfaat yang didapatkan.
"Kalau sudah tahu program itu berguna untuk lingkungan, mau kaya' gimana karakteristik warga pasti mereka mendukung. Karena ini program buat mereka juga," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Ibu Rumah Tangga Jadi Pengedar, Ambil 3.453 Paket Sabu di Tong Sampah Minimarket Bojonegara
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman