SuaraBanten.id - Sopir odong-odong inisial JL yang tertabrak kereta api Merak-Rangkasbitung di perlintasan Silebu Toplas, Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten selamat dari insiden tersebut.
Sang sopir bahkan tidak mengalami luka sedikit pun akibat insiden kecelakaan odong-odong tertabrak kereta api tersebut.
"Sopir kami amankan, namamya JL status kita amankan di Polsek sopir tidak luka-luka," kata Kasatlantas Polres Serang AKP Tiwi Afrina kepada wartawan, Selasa (21/7/2022).
Meski sudah diamankan, Tiwi menyebut, sopir odong-odong itu masih berstatus saksi dan belum dimintai keterangan. Sebab, saat ini pihaknya masih fokus penanganan terhadap korban.
"Status masih saksi. Kita dalami dulu kronogis lengkapnya," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, akibat kecalakaan odong-odong itu 9 orang penumpang yang terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu dilaporkan meninggal di lokasi kejadian. Dia menyebut selain menerobos rel kereta, odong-odong tersebut pun mengalami over kapasitas.
"Total kurang lebih 20 penumpang. Sudah pasti itu over kapasitas," uajrnya.
Sementara, pria paruh baya bernama Sukma (73) menjadi salah satu saksi kecelakaan maut odong-odong tertabrak kereta api Merak-Rangkasbitung di perlintasan kereta api tanpa palang pintu itu.
Kecelakaan maut yang tepatnya terjadi di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang mengakibatkan 9 orang dikabarkan meninggal dunia.
Baca Juga: Odong-odong di Kragilan Serang Tertabrak Kereta Api, 9 Orang Penumpang Tewas
"Saya lagi di depan rumah terdengar suara beledug (suara odong-odong tertabrak) saya lari dari rumah," kata Sukma kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).
Sukma merupakan salah satu saksi yang pertama tiba di lokasi kejadian mendapati penumpang odong-odong yang menjadi korban jiwa sudah tergeletak di tanah terpental dari odong-odong dalam kondisi sudah terbalik.
"Pokoknya dari yang mati 9 anak kecil sekitar 3 ibu-ibu 6 korban dibawa ke RS, kebanyakan korban ibu-ibu," ujarnya.
Kontributor : Anwar Kusno
Tag
Berita Terkait
-
Sopir Mobil Listrik BYD Jadi Tersangka Usai Tabrak dan Lindas Ojol di Kawasan Blok M
-
Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam
-
Curi Suku Cadang Dua Kapal, Tiga Orang Ditangkap dengan Kerugian Rp800 Juta
-
Kecelakaan Maut Dekat Kedubes Malaysia: Pikap Terguling, 1 Korban Tewas dan 5 Luka
-
Usut KMP Batumandi Terbakar hingga Terbalik di Merak, Polisi Periksa Penumpang dan Sopir
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan
-
Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi
-
Dorong Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Latih Pemuda Masjid Kuasai Coding dan Konten Kreatif
-
ASDP Kawal Maksimal Klaim Asuransi dan Penggantian Kerugian Korban Kebakaran KMP Batumandi
-
Mencari Penyebab KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal hingga Penumpang Diperiksa