SuaraBanten.id - Secara blak-blakan Fuji mengaku depresi setelah membaca banyak komentar nyinyir netizen yang diarahkan kepada dirinya.
"Habit aku sih baca-bacain. Terus depresi deh. Aku sudah matiin DM aku dari Januari. Capek gue bacanya, mental gue capek," kata Fuji di akun YouTube MD Entertainment yang diunggah belum lama ini.
Ketika menghadapi itu, kekasih Thariq Halilintar ini cuma bisa menangis. Fuji bahkan pernah berkonsultasi dengan psikolog.
"Paling cuma nangis semaleman. Matiin lampu, tutup pintu, nangis saja. Waktu itu pernah ke psikolog. Nangis dua jam. Ah udah ngapain sama aja. Ujung-ujungnya sama saja," terang Fuji.
"Soalnya aku sama temen-temen kayak mulut kekunci yang mau cerita. Kalau yang deket banget baru (cerita)," imbuhnya lagi.
Adik ipar Vanessa Angel ini mengaku sudah mencoba menunjukkan sisi baiknya ke publik.
"Aku sudah berusaha semaksimal mungkin nunjukkin sisi yang baik dari diri aku," ungkapnya.
Tapi, Fuji merasa apa yang dilakukannya sering ditanggapi negatif oleh sejumlah netizen. Dia memang kerap dibilang menikmati ketenaran berkat kematian Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah.
"Aku ngerepost postingan abangku sama kak Vanes, kangen deh. Bukan nangis-nangis. Terus tiba-tiba aku dibilang jual kesedihanlah, dibilang artis jalur musibah, artis karena kematian," ucap Fuji.
Baca Juga: Dibilang Tenar Lewat Jalur Musibah, Fuji Depresi Sampai Pergi ke Psikolog
"Aku kayak aku nggak nge-post apapun, di TikTok aku nge-post yang seneng-seneng, di TikTok aku dibilang karyanya apa, karyanya apa. Yah sabar kan aku baru di dunia baru. Yang kedua aku mau usaha. Kan itu TikTok bukan TV, buat seru-seruan bukan ajang bakat," sambungnya lagi.
Seperti diketahui, nama Fuji melambung usai Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah meninggal dunia akibat kecelakaan. Setelahnya, dia pun langsung kebanjiran banyak job.
Berita Terkait
-
Targetkan Menikah Tahun Ini Tapi Belum Punya Calon, Fuji: Kayaknya Cowok Trauma Sama Aku
-
28 Juta Warga Indonesia Berpotensi Alami Masalah Kesehatan Jiwa, Apa yang Terjadi?
-
Tukang Sayur: Psikolog Jalanan Tanpa Gelar dari Gang ke Gang
-
Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum
-
Kak Seto Lulusan Apa? Profil Psikolog Anak yang Ramai Dikaitkan dengan Kasus Aurelie
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 8 Halaman 124 Kurikulum Merdeka
-
Syarat Masuk Sampah Tangsel ke Cilowong: Warga Minta CSR Rp1 Miliar dan Ambulans
-
BRI Perkuat Ekonomi Nasional Lewat Program Klasterku Hidupku, Dorong UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Teken MoU dengan Pemkot Cilegon, Krakatau Steel Bahas Akses Pelabuhan Hingga KEK
-
Soroti Kepala Daerah Ditangkap KPK, Pengamat: Korupsi Politik Bukan Sekadar Serakah tapi Kalkulasi