Hairul Alwan
Senin, 04 April 2022 | 14:15 WIB
ILUSTRASI perang sarung. [SuaraBogor.id/Devina]

SuaraBanten.id - Sebanyak 8 remaja di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten diamankan polisi lantaran kedapatan membawa sarung berisi batu yang diduga akan digunakan untuk perang sarung. Kedelapan remana ini diamankan saat melakukan Sahur On The Road (SOTR), Minggu (3/4/2022).

“Kita tangkap 8 orang yang membawa sarung tapi sarungnya di ujungnya diiket pakai batu. Ya kalau bisa sekarang itu anak-anak muda bukan sahur di jalan, tapi kalau bisa dia melaksanakan ibadah di masjid, itu yang menjadi tugas kita sekarang,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dalam keterangan tertulis, Minggu (3/4/2022).

Kata Fadil, para pemuda seharusnya memanfaatkan bulan suci Ramadhan untuk sesuatu yang bermanfaat, bukan malah mengganggu ketertiban umum.

“Yang saya larang adalah merusak kemuliaan bulan suci Ramadhan. Dengan cara apa? Balap liar, membunyikan mercon yang ujung-ujungnya tawuran,” ujarnya.

“Iktikaf ya mulai salat malam, tarawih, tadarus, saya kira tempatnya itu kalau enggak di rumah ya di masjid. Kalau dia menggunakan motor, motornya brong knalpotnya brong tidak pakai pelat, tidak pakai helm, pakai bendera muter-muter, apa itu memuliakan bulan Ramadhan? Apa itu akan beribadah?” tambah Fadil.

Sejumlah upaya pun telah dilakukan Polda Metro Jaya agar anak muda tak berkeliaran malam hari. Upaya kemanusiaan itu dilakukan agar anak muda bisa berkumpul bersama keluarga di rumah saat Ramadhan.

Load More