SuaraBanten.id - Kantor Imigrasi Klas II Cilegon memangkas pelaporan kedatangan dan keberangkatan kapal di perairan Cilegon. Pemangkasan pelaporan tersebut dilakukan dengan menerapkan laporan online melali website Sistem Informasi Kedatangan dan Kebetangkatan Kapal (SiKarang).
Website tersebut juga diklaim dapat mencegah Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) lantaran mengurangi pertemuan langsung antara agen kapal dan petugas Imigrasi Cilegon.
Dengan keberadaan website Sikarang tersebut, para agen pelayaran dalam pengurusan dokumen keimigrasian tidak harus datang ke kantor Imigrasi. Namun, saat kapal tiba, agen pelayaran langsung menyerahkan dokumen asli kapal yang sandar.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kota Cilegon, Ruhiyat Tholib mengatakan, website SiKarang disiapkan mengikuti kebijakan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) terkait dengan upaya pencegahan korupsi dalam pelayanan jasa kepelabuhanan salah satunya di wilayah Provinsi Banten.
“Sebetulnya yang menentukan itu dari Stranas PK. Kan ada 3 pelabuhan yang ditetapkan, Batam, Merak (Banten) dan Tanjung Priuk. Kami disampaikan, ini harus menjadi pilot project. Maka dari itu upaya kami, Imigrasi Cilegon sebagai stakeholder di pelabuhan untuk memitigasi potensi KKN,” ungkap Ruhiyat usai kegiatan sosialisasi sistem SiKarang kepada keagenan kapal kepada awak media, Kamis (31/3/2022).
Ia mengungkapkan, penyediaan layanan SiKarang setidaknya dapat memangkas jalur birokrasi. Artinya, tatap muka antara petugas dan pemohon diminimalisir untuk mencegah korupsi.
“Jadi dalam proses pengurusan dokumen selama ini ada tatap muka. Dengan adanya sistem ini, potensi tatap muka itu diminimalisir,” terangnya.
Ia mengungkapkan, saat ini sistem pelayanan tersebut masih dalam penyempurnaan. Ia barharap dalam waktu dekat sudah dapat diluncurkan.
“Secepatnya, mudah-mudahan setelah Lebaran sudah bisa launching,” harapnya.
Baca Juga: Viral Ratusan Santri dan Santriwati Tadarus di Pinggir Jalan Serang, Kelilingi Alun-alun Kota Serang
Sementara, Kabid Perizinan dan Informasi Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Provinsi Banten, Toto Suryanto mengatakan, upaya penyediaan sistem layanan jasa kepelabuhanan yang dilakukan Imigrasi Cilegon merupakan langkah yang cukup bagus.
Kata dia, selain mengikuti Stranas PK, upaya tersebut untuk mempermudah layanan kepada pelaku usaha kepelabuhanan dalam mengurus dokumen keimigrasian.
“Satu hal lagi biasanya, dengan aplikasi ini pasti ada kemudahan, lebih cepat. Dengan lebih cepat, tidak perlu datang ke kantor,” terangnya.
“Kan ke kantor butuh waktu, butuh biaya atau ongkos transportasinya. Tapi dengan aplikasi, itu tidak perlu lagi,” ucapnya.
Kontributor : Firasat Nikmatullah
Berita Terkait
-
Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
-
Hari Keenam, 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dicari hingga 6.010 NM
-
Hari Kelima, Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperluas
-
Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer
-
Hari ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang: Tim SAR Sisir 4.600 Mil Persegi Lewat Laut dan Udara
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang
-
Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan