SuaraBanten.id - Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda menyebut Indonesia sedang dijajah budaya Arab yang anti dengan budaya asli Indonesia. Pernyataan Indonesia dijajah budaya Arab diungkapkan pegiat media sosial ini melalui Instagram pribadinya @permadiaktivis2.
Unggahan Abu Janda itu juga menyinggung ritual Kendi Nusantara yang dilakukan Presiden Jokowi di Ibu Kota Negara alias IKN Nusantara. Abu Janda menyindir pihak yang merasa terganggu dengan prosesi yang dilakukan Presiden Jokowi bersama Gubernur se-Indonesia ini.
“Kadrun lagi kejang-kejang kelojotan gegara Pak Jokowi bikin ritual kendi di IKN,” kata Abu Janda.
Dalam unggahannya, Abu Janda menyebut Presiden Jokowi menggelar prosesi Kendi Nusantara tersebut dilakukan di wilayah Indonesia, bukan di Arab dan bukan Negara Islam.
Ia pun menyinggung di Indonesia terdapat banyak agama lain selain Islam dan banyak juga ritual leluhur.
“Kalo kepanasan lihat ritual leluhur, TIDAK USAH TINGGAL DI INDONESIA! susah amat,” kata Abu Janda.
“Tinggal di arab saudi sono kalo tidak mau lihat ritual kendi,” sambungnya.
Lebih lanjut, Abu Janda menegaskan bahwa dirinya adalah seorang muslim yang mencintai ritual leluhur.
“Saya muslim, saya cinta ritual leluhur,” ungkapnya.
Baca Juga: BOOM! Kepala BIN Beberkan Fakta Pembangunan IKN Nusantara Bisa Terwujud Tanpa Fulus Asing
Unggahan Abu Janda itu pun langsung dikomentari banyak netizen, termasuk komentar sindiran.
Salah satu netizen menyebut Arab tidak pernah menjajah Indonesia namun malah disalah-salahkan.
“Yang jajah Indonesia itu Portugis, Belanda, Inggris, Jepang. Yamg disalahkan Arab. Otak lo waras Abu Janda,” kata @iyusmus***
Abu Janda pun membalas bahwa dulu Indonesia memang dijajah beberapa negara seperti yang disebutkan netizen tersebut. Namun, menurutnya, sekarang yang menjajah budaya Indonesia adalah Arab.
“Itu dulu, tapi yang sedang jajah Indonesia sekarang itu budaya Arab yang anti sama budaya asli Indonesia,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
IKN Tidak Urgent! DPR Diminta Tolak Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun
-
Kata Abu Janda Usai Dipolisikan Sebut Sumbar 'Barbar': Kalau Dasarnya Sudah Benci ya Susah
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi