Scroll untuk membaca artikel
Hairul Alwan
Rabu, 09 Februari 2022 | 16:49 WIB
Haikal Hassan. (Youtube/Fadli Zon Official)

Babe Haikal pun melanjutkan pernyataannya dengan mempertanyakan apa relevansi sejarah Holocoust dengan Indonesia, sehingga dibangun museum Holocoust atau museum Yahudi di Indonesia.

Monique, yang juga berperan sebagai narasumber, berpendapat bahwa berdirinya museum Holocoust ada relevansinya bagi beberapa pihak.

“Jika Babe Haikal mempertanyakan relevansinya, bagi beberapa kelompok itu ada relevansinya, bagi Yaakov dan saya yang keluarganya menjadi korban itu ada keterkaitannya,” ujar Monique.

“Peristiwa Holocoust adalah pelajaran sejarah tentang ideologi Nazi Jerman yang anti yahudi, ini pelajaran jangan sampai ada yang seperti itu di Indonesia,” ujar Monique melanjutkan.

Baca Juga: Dukung Pertemuan Petinggi TNI dan Ulama Buntut Ucapan Kontroversi KSAD Dudung, Haikal Hassan: Insya Allah Bermanfaat

“Menurut saya, kita tidak boleh mengajarkan sejarah dengan pilih-pilih kepada anak-anak, idealnya sejarah itu diajarkan secara utuh,” ujar Monique melanjutkan.

Haikal pun merespon pernyataan Monique dengan menilai pernyataan Monique merupakan pernyataan yang lucu dan kocak.

“Ini lucu lho! Ini lucu dan kocak. Kenapa saya bilang lucu? Karena Pancasila dan pembukaan UUD 45, yang mencedrai Pancasila itu ya pembukaan Holocoust ini,” ujar Haikal menentang.

“Kalo kita setuju dengan Holocoust berarti kita mendukung Israel, Israel yang sekarang menjajah Palestina, itu melawan pembukaan UUD 45,” ujar Haikal menegaskan.

Baca Juga: Haikal Hassan Disebut Hina Soekarno, Politisi PDIP Senggol Kapolri Listyo Sigit

Load More