SuaraBanten.id - Pemerintah Provinsi/Pemprov Banten menyiapkan 2.920 tempat tidur di rumah sakit guna mengantisipasi lonjakan kasus COVID -19.
"2.920 tempat tidur, ini rumah sakit ya," kata Gubernur Banten Wahidin Halim kepada wartawan di Gedung Puspemkot Kota Tangerang, Selasa (8/2/2022).
Wahidin mengungkapkan bahwa meski trend peningkatan COVID-19 tinggi, namun yang menjalani isolasi di rumah sakit hanya 16 persen.
"Memang trend-nya lebih tinggi dari (sebelumnya) Covid-19.Tapi persentase 16 persen. Jadi masyarakat sekarang sudah memahami, ini biasa, ini bukan pandemi, ini endemi, bisa sembuh di rumah," katanya.
Perihal bantuan kepada warga yang isolasi mandiri (isoman), Gubernur Banten memastikan tidak ada kendala.
"(Bantuan isoman) Cukup, yang ada sudah cukup," pungkasnya.
Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim
Berita Terkait
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Kakak Surakman Tak Kuasa Menahan Tangis, Jenazah Akan Dimakamkan di Samping Makam Istri
-
Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok
-
Identitas ABK Terungkap Lewat Uji DNA, PFI Desak Basarnas Buka Lagi Pencarian 5 Jurnalis
-
BRI inFrame 2026 Kembali Hadir, Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan Lewat Lensa Fotografi
-
Jejak Terakhir KM Arupadatu I, DNA Terdampar di Enggano Teridentifikasi sebagai Sukarman