SuaraBanten.id - Dikabarkan seorang wanita yang merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), ditemukan berada di atas tower listrik. Hal ini membuat heboh warga di sekitar daerah Kulim Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.
Wanita berinisial Yz tersebut nekat untuk menaiki tower listrik bertegangan tinggi pada Senin, 17 Januari 2022. Petugas mengalami sedikit kesulitan, dalam membujuk Yz untuk mau turun ke bawah.
“Aku ndak mau turun, aku takut dipenjara,” kata Yz menurut cerita petugas yang mengevakuasinya.
Setelah memakan waktu beberapa lama, akhirnya Yz berhasil dibujuk untuk turun. Petugas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Pekanbaru membujuk Yz dengan sebuah syarat.
Yz mengatakan bahwa dia akan turun jika dipanggil ‘Sayang’ oleh petugas. Petugas yang melakukan penyelamatan atas wanita ODGJ ini bukan hanya Basarnas, namun dibantu oleh Personel Polsek Tenayan Raya, juga Petugas Kebakaran Pekanbaru.
Kapolsek Tenayan Raya Komisaris Manapar Situmeang ikut turun ke lokasi bersama warga yang berada di bawah, ramai-ramai memanggil Yz dengan panggilan sayang.
“Sayaaaaang, turuuuun,” kata Kapolsek dan warga yang turut menyaksikan proses evakuasi.
Setelah itu, akhirnya petugas mengikatkan tali ke tubuh Yz, dan dengan berhati-hati dapat diturunkan secara perlahan. Dalam proses evakuasi, Yz sempat pingsan dan kemudian dibawa ke rumahnya.
Selang waktu lima menit, akhirnya Yz siuman dan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Manapar menyatakan bahwa Yz pergi dari rumah sejak pukul 03.00 dini hari, yang kemudian anaknya melihatnya berada di atas tower listrik.
“Anaknya berteriak di bawah memanggil ibunya, dan dilihat oleh warga,” ujar Manapar.
Baca Juga: Pria Diduga ODGJ di Pidie Bakar Rumah, Istrinya Sakit
Sebelum dibawa ke rumah sakit, Yz sempat meminta maaf kepada warga karena telah membuat heboh dan meresahkan. Bahkan ia juga sempat melambaikan tangan ke warga saat akan berangkat.
Berita Terkait
-
DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif
-
Kisah Nasabah PNM Mekaar, Ibu Anastasia: Membangun Salon Inklusif dan Gratis untuk ODGJ
-
Pernah Sebut Pasien RSJ Orang Gila, dr Gia Pratama Akui Khilaf dan Minta Maaf
-
Penuh Perjuangan, Petugas Disdukcapil Kejar-kejaran dengan ODGJ untuk Ambil Foto KTP
-
Viral Pria Diduga ODGJ Salat di Masjid, Gerakan Salatnya Curi Perhatian
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang