SuaraBanten.id - Kasus Omicron di Indonesia terus meningkat. Hal itu membuat Dinas Kesehatan Kota Tangerang mempersiapkan fasilitas kesehatan seperti Rumah Isolasi Terkonsentrasi dan RSUD.
Tujuannya nanti sebagai ruang perawatan dan isolasi bagi pasien COVID-19 seiring terjadinya peningkatan kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Dini Anggraeni mengatakan, kasus Omicron saat ini alami peningkatan secara nasional perlu diantisipasi secara dini.
Langkah penyiapan fasilitas pun telah dilakukan dengan mempersiapkan lantai dua Puskesmas Panunggangan Barat untuk menjadi Rumah Isolasi Terkonsentrasi.
Lalu Dinkes juga telah berkoordinasi dengan RSUD dan sejumlah RS lainnya untuk mempersiapkan sarana prasarana, obat-obatan, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) hingga suplai oksigen.
“Kita konversi terus, kemarin kasus menurun kita kembali ke pelayanan dasar dan kesehatan lainnya. Sekarang dengan adanya antisipasi varian baru ini, kita harus bisa fleksibel. Jika diperlukan, kita harus siapkan semuanya. Tapi, semoga tidak ada penambahan kasus yang berlebihan lagi,” kata dr Dini dalam keterangannya.
Ia pun menjelaskan, Dinkes juga menggencarkan testing dengan rata-rata 500 sampel per hari. Mulai dari pusat keramaian seperti pasar, mal, terminal, pusat perbelanjaan hingga lingkungan sekolah di Kota Tangerang. Tercatat hingga saat ini, lebih dari 4.700 sampel berhasil dikumpulkan dan semua hasilnya dinyatakan negatif.
“Dinkes juga telah menugaskan seluruh RS dan faskes di Kota Tangerang untuk melakukan pencarian kasus pada suveilans aktif dengan pasien-pasien berisiko tinggi. Seperti, pasien Influenza Like Illness (ILI), ibu hamil, lansia, HIV, TBC yang diketahui berisiko tinggi. Selain lingkungan PTM, kita juga akan testing seluruh pegawai rumah sakit,” katanya.
Untuk penelusuran (tracing), Dinkes hingga saat ini terus melakukannya pada kontak erat dengan rata-rata 1:15 bahkan lebih.
Baca Juga: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 299 Orang, 5.494 Pasien Masih Dirawat
“Dengan melakukan penelusuran, Dinkes berharap, masyarakat tidak takut dan senang hati menerima petugas investigasi kontak erat. Hal ini demi menolong mereka yang sekiranya sudah tertular secara lebih cepat. Sehingga, tidak terjadi penularan yang lebih jauh lagi,” ujarnya. [Antara]
Berita Terkait
-
Positif Covid-19 Indonesia Tambah 299 Orang, 5.494 Pasien Masih Dirawat
-
Dairi Targetkan 40 Ribu Anak Usia 6-11 Tahun Divaksin Covid-19
-
WHO Tegaskan Varian Delta Masih Dominan Secara Global
-
Deddy Corbuzier Emosi Pelaku Perjalanan Luar Negeri Bawa Virus ke Indonesia
-
Pasien Terpapar Omicron di Surabaya Masih Isolasi, Gejalanya Ringan
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Nekat Banget! 990 Besi di Atas Trailer Digondol Pakai Mobil Crane
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator