Sementara, warga lain yang enggan disebutkan namanya mengaku awalnya tidak mempercayai kabar tersebut. Namun, setelah istrinya menjadi korban, dirinya mulai percaya dengan adanya teror si kolor ijo tersebut.
"Saya juga awalnya ngga percaya karena tinggal di Kota, terus nikah sama orang Waringinkurung denger isu-isu kaya gini gapercaya sama sekali, eh sekitar 5 bulan lalu istri disamperin tuh sama maling yang berkedok kolor ijo, emasnya diambil paksa waktu tidur," tuturnya.
"Istri liat mukanya dan kenal, soalnya posisi pas maling masuk kamar lagi nyusuin anak, teriak teriak saya ada disampingnya saya kira anak kenapa-kenapa, taunya istri bilang ada kolor ijo. Kenapa istri bilang kolor ijo? bukan maling, soalnya istri liat si maling itu cuma make kolor gamake baju," ucapnya.
Kendati demikian, esok harinya ia bersama Istri melaporkan insiden itu ke pihak berwajib. Meskipun Istri dari Sentot mengenal pelaku, namun laporan ditolak karena tidak adanya bukti.
"Setelah viral ini (Sayembara-red) banyak korban yang speak-up. Korbannya ternyata banyak, ada yang udah dijambret paksa sama si maling itu, yang pelecehan seksual juga ada, nah sekarang si maling berkedok kolor ijo itu bikin ulah lagi," jelasnya.
Ia kembali memergoki kolor ijo tersebut di kediaman istrinya. Kondisi saat itu setelah hujan turun.
"Posisi abis ujan terus kondisi halaman rumah Istri kan masih tanah jeblok, pas istri teriak kolor ijo saya kejar keluar, tapi saya cari jejak kakinya ngga ada, logikanya kalo Dia (Maling-red) lari pasti ada jejak kakinya di tanah yang jeblok gitu," tuturnya seraya bertanya-tanya.
Namun, ia juga mengaku hal-hal demikian sulit dimasukkan ke dalam nalar. Pasalnya, Ia lulusan pesantren yang dididik secara rasional.
"Jadi, hal-hal yang berbau mistis kaya gitu awalnya gapercaya sama sekali sebelum ngalamin sendiri," ucapnya.
Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Kota Serang, Minggu 26 November 2021
Kontributor : Firasat Nikmatullah
Berita Terkait
-
ART Diduga Lecehkan Anak Berkebutuhan Khusus karena Dijanjikan Uang
-
Pimpinan Ponpes di Lombok Barat Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santriwati Berkedok Pengobatan
-
Kronologi Pelecehan Seksual Influencer Sashfir di Toilet Restoran Steak Senopati
-
Kekerasan Seksual di Pesantren, Mengapa Terus Terjadi Objektifikasi
-
Heboh Dugaan Kekerasan Guru di SMKN 27 Jakarta, Terduga Pelaku Resmi Dinonaktifkan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu