SuaraBanten.id - Habib Bahar merespons setelah dilaporkan sejumlah pihak ke Polda Metro Jaya atas dugaan ujaran bisa membuat permusuhan. Atas pelaporan ini, Habib Bahar siap hadapi bahkan sampai 1.000 laporan sekalipun. Bahkan Habib Bahar bawa-bawa nama SBY lho.
Habib Bahar mengeluarkan pernyataan eksklusif kepada Refly Harun menanggapi pelaporannya ke Polda Metro Jaya. Ada beberapa poin yang disampaikan Habib Bahar tersebut.
Habib Bahar mengatakan akan meladeni laporan sebagai bukti dia adalah warga negara yang taat hukum. Habib Bahar menegaskan tidak akan mangkir atau melarikan diri menghindari laporan.
“Saya sudah biasa dilaporkan bang dari zaman SBY sampai sekarang. Jangankan satu, dua tiga laporan, seribu laporan pun bakal saya hadapi. Nggak bakal mundur sejengkal pun, karena yang saya sampaikan itu kebenaran,” tegas Habib Bahar dibacakan Refly Harun eksklusif di Youtubenya, Senin (20/12/2021).
Habib keturunan bin Ali Smith ini heran kok bisa ujarannya itu dilabeli sebagai ujaran kebencian yang potensi memicu permusuhan. Lha wong Habib Bahar ngaku mengkritik kebijakan pemerintah yang menurutnya salah kok dibilang ujaran kebencian.
“Saya menebar kebencian kepada siapa? Putar rekaman ceramah saya secara utuh jangan dipotong-potong. Apakah kritik kebijakan penguasa yang salah adalah ujaran kebencian?” bilang Bahar.
Selain memprotes kebijakan pemerintah yang salah, Habib Bahar juga ngaku kritik adanya diskriminasi negara atas perlakuan yang diterima kepada Habib Rizieq.
“Saya kan berkata haram jatuhkan pemerintah yang sah. Kalau musuh Habib Rizieq bertubi-tubi fitnah Habib Rizieq apakah saya harus diam, saya tegak berdiri melawan kezaliman bukan melawan negara,” kata dia.
Bahar menegaskan jiwa raganya itu siap untuk Pancasila, NKRI dan UUD 1945. Sebagi pelayan umat dan rakyat, Habib Bahar mengaku wajib menyuarakan kebenaran dan melawan kezaliman.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Terima Dua Laporan Dugaan Ujaran Kebencian Habib Bahar
“Jikalau ada kebaikan atau kebijakan penguasa yang sejahterakan rakyat, ya saya akan dukung 1.000 persen, tapi kalau ada kezaliman ketidakbenarannya ya kita kritik kita nasihati,” kata dia.
Habib Bahar menegaskan pula berkali-kali nyawanya jiwanya murah harganya kalau untuk membela Pancasila UUD 1945, dan NKRI, jangankan dipenjara siap mati dia.
Sebagai informasi, Habib Bahar bin Smith telah dilaporkan ke polisi terkait dugaan SARA. Dari informasi dokumen yang didapatkan, laporan ini terdaftar dengan nomor LP/B/6354/XII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, pada 17 Desember 2021.
“Habib Bahar Smith dilaporkan atas dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan atau permusuhan antar-individu atau kelompok berdasarkan SARA,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan.
Polisi mengaku masih terus mendalami laporan terhadap Habib Bahar. Dan tak lama lagi pelapor akan dimintai keterangan. Dan Polisi juga tak menjelaskan apa yang membuat Habib Bahar dipolisikan. Nah pelapor adalah seseorang berinisial TN, dan berprofesi sebagai pelajar atau mahasiswa.
Berita Terkait
-
SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
-
Polisi Jadi Penyidik Utama di KUHAP Baru, Kombes Iman: Semua Setara!
-
Sudah 5 Saksi Diperiksa Polisi, Mungkinkah Pelaku Teror Molotov ke Rumah DJ Donny Terungkap?
-
Perang Lawan Hoax SBY: Demokrat Polisikan 4 Akun YouTube dan TikTok, Ini Daftarnya
-
Akhirnya! Demokrat Polisikan Akun Medsos Penuding SBY Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Bakar Sampah Sembarangan di Tangsel Bisa Masuk Penjara? Ini Penjelasannya
-
GMNI Tangerang Tolak Keras Wacana Pilkada Dipilih DPRD: Rakyat Bukan Penonton
-
Jadwal KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kamis 8 Januari 2026
-
Jerat Kripto dan Utang Kalangan Pekerja di Balik Kasus Sadis Pembunuhan Anak Politisi PKS
-
Punya Nasab Kuat dan Peduli Umat, KH Asep Saefudin Chalim Didorong Jadi Rais 'Aam PBNU