SuaraBanten.id - Vaksinasi merupakan pemberian vaksin untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Di Indonesia ada beberapa daftar vaksin COVID-19. Berikut penjelasan lengkapnya.
Dalam rangka penanggulangan virus Covid 19 di Indonesia, pemerintah mewajibkan masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 agar sistem kekebalan tubuhnya terjaga dan meminimalisir penyebaran dari virus tersebut.
Pelayanan Vaksinasi Covid 19 diselenggarakan di beberapa tempat seperti Fasilitas Pelayanan Kesalahan milik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah daerah kabupaten/kota, atau milik masyarakat / swasta yang memenuhi persyaratan.
Sistem kerja vaksin dalam tubuh dan Jenisnya
Vaksin adalah produk biologi yang diberikan kepada seseorang untuk melindungi dari penyakit yang melemahkan bahkan mengancam jiwa.
Vaksin bekerja dengan merangsang pembentukan kekebalan terhadap penyakit tertentu pada tubuh seseorang dimana tubuh akan mengingat virus atau bakteri pembawa penyakit, mengenali dan tahu cara melawannya.
Terdapat beberapa jenis vaksin Covid 19 yang digunakan di Indonesia antara lain:
1. Sinovac
Adalah sebuah vaksin inaktivasi terhadap Covid 19 yang menstimulasi sistem kekebalan tubuh tanpa resiko menyebabkan penyakit. Setelah vaksin ini bersentuhan dengan sistem kekebalan tubuh produksi antibodi terstimulasi, sehingga tubuh siap memberikan respon terhadap infeksi dengan SARS Cov-2 hidup.
Baca Juga: Catat! Ini Lokasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Anak 6-11 Tahun
2. AstraZeneca
Adalah vaksin vektor adenovirus non-replikasi untuk Covid 19. Vaksin ini mengekspresikan gen protein paku SARS Cov-2 yang menginstruksikan sel inang untuk memproduksi protein S-antigen yang unik, sehingga tubuh dapat menghasilkan respon imun dan menyimpan informasi itu di sel imun memori.
3. Sinopharm
Hampir sama dengan Sinovac, Vaksin Sinopharm juga sebuah vaksin inaktivasi terhadap Covid 19 yang menstimulasi sistem kekebalan tubuh tanpa resiko menyebabkan penyakit. Setelah vaksin ini bersentuhan dengan sistem kekebalan tubuh produksi antibodi terstimulasi, sehingga tubuh siap memberikan respon terhadap infeksi dengan SARS Cov-2 hidup.
4. Moderna
Vaksin Moderna adalah sebuah vaksin berbasis RNA duta untuk Covid 19. Sel inang menerima instruksi dari mRNA untuk memproduksi protein S Antigen, sehingga tubuh dapat menghasilkan respon kekebalan dan menyimpannya dalam sel imun memori.
Berita Terkait
-
Kimia Farma dan Pfizer Genjot Vaksinasi Pneumonia
-
Ketika Anak Muda Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Tak Menular
-
Penjualan Vaskin Covid Lesu, Moderna PHK 10 Persen Karyawan
-
Jadi Penyebab Utama Kematian, AstraZeneca dan Kemenkes RI Fokus Tangani Penyakit Tidak Menular
-
AstraZeneca Indonesia Gandeng Kimia Farma Trading & Distribution untuk Transformasi Layanan Kesehatan Primer
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
BPS: 411 Ribu Warga Banten Masih Menganggur, Kualitas Lapangan Kerja Jadi Sorotan
-
Cari Cuan dari Emas Ilegal, 7 Penambang di Kabupaten Lebak Terancam Denda hingga Rp100 Miliar
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
-
Akal-akalan Licik Mafia BBM di SPBU: Modifikasi Mobil Boks hingga Pakai Barcode Palsu