SuaraBanten.id - Mantan Kepala Desa atau Kades Pasindangan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten dikabarkan korupsi Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau dana bantuan Covid-19.
Diduga mantan kades berinisial AU (49) ini korupsi bantuan Covid-19 untuk mensuskseskan pencalonannya dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) beberapa waktu lalu.
Kabarnya, uang yang ditilep mantan kepala desa itu jumlahnya mencapai Rp90 juta. Puluhan juta uang bantuan Covid-19 itu seharusnya disalurkan pada 100 Kelompok Penerima Manfaat (KPM).
“Kita mendapatkan laporan bahwa ada 100 KPM yang tidak menerima dana BLT dari desa selama 3 kali tahapan pencarian, yang diduga bantuan itu sendiri sudah digunakan untuk kepentingan pribadi oknum mantan kepala Desa itu,” kata Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP Indik Rusmono, Rabu (24/11/2021).
Indik mengungkapkan, AU menggelapkan uang bantuan Covid-19 dengan tidak menyalurkan dana BLT kepada KPM selama tiga tahapan pencaoran.
“Jika kita audit, AU sudah menilep dana BLT itu sekitar Rp90 juta,” katanya.
Lebih lanjut, Indik menduga uang sebesar Rp90 juta digunakan AU untuk memuluskan perhelatan Pilkades serentak beberapa waktu lalu.
“Sementara dari hasil pemeriksaan beberapa orang saksi ada yang mengarah ke hal yang seperti itu (Digunakan untuk Pilkades,-red) karena oknum ini juga diketahui merupakan Calon Kepala Desa yang kalah, dan kini sudah tidak lagi menjabat,” katanya.
Baca Juga: Warga Cibadak Lebak Ditangkap di Gang Kecil di Serang, Polisi Temukan Bukti Ini
Tag
Berita Terkait
-
Cara Cek Bansos PKH, BPNT, BLT 2026 dan Solusi Jika Nama Tidak Muncul
-
Bansos PKH, BPNT dan BLT Tahap 1 Cair Februari 2026, Ini Cara Cek di HP Pakai NIK KTP
-
Bansos 2026 Apa Saja Jenisnya? Ini Estimasi Jadwal Pencairan dan Cara Cek Penerima
-
Kata Dasco soal Usulan Pilkada Via E-Voting: Semua Akan Dikaji, Terutama Keamanannya
-
BPBD Lebak Naikkan Status Siaga Banjir, Warga di Bantaran Sungai Ciujung Diminta Waspada
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Polres Tangsel Buru Debt Collector Penikam Advokat: Tak Ada Ruang Bagi Kekerasan
-
Momen Bukber Langka di Rutan Serang, Ratusan Tahanan Nikmati Waktu Bersama Keluarga Tercinta
-
Polda Banten Luruskan Status Tukang Ojek di Pandeglang: Belum Tersangka, Masih Penyelidikan
-
Lawan Balik! Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Tukang Opang di Pandeglang Gugat Gubernur dan Bupati
-
Biaya Service AC Mobil Membengkak? Bisa Jadi Karena Oli & Dryer Terlambat Diganti