SuaraBanten.id - Polresta Tangerang mewaspadai potensi bencana hidrometrologi yang diprediksi akan terjadi menjelang akhir tahun 2021. Langkah waspada bencana hidrometrologi yang dilakukan Polresta Tangerang diantaranya menyiagakan personel.
"Kami sudah siagakan personel, baik di polsek-polsek yang ada di wilayah untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam yang sering terjadi menjelang akhir tahun," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, Selasa (2/11/2021).
Tak hanya menyiagakan personel, langkah antisipasi yang dilakukan Polresta Tangerang juga hingga menyiapkan sarana dan prasarana perlengkapan untuk penyelamatan bila terjadi bencana.
"Peralatan pendukung, seperti perahu karet, tenda dan lain sebagainya kami sudah siapkan juga," katanya.
Kata Wahyu, upaya antisipasi bencana yang dilakukan Polresta Tangerang akan berkoordinasi dan bekerja sama dengan TNI, pemerintah daerah serta komunitas pecinta lingkungan setempat secara intensif.
"Tentunya kami, dalam hal ini akan bekerja sama dengan TNI dan juga pemerintah untuk sama-sama siaga dalam menghadapi ancaman bencana alam," ujarnya.
Selain itu, dikatakan kapolres, pihaknya juga akan membentuk satuan tugas (satgas) di setiap polsek untuk menangani mitigasi bencana secara dini.
"Untuk jumlah personel tim siaga totalnya yang bisa kami gerakkan 30 orang," kata dia.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi bencana alam akibat tingginya curah hujan pada akhir Tahun 2021 dan awal 2022.
Baca Juga: Pabrik Korek Api di Pakuhaji Tangerang Terbakar, Kepulan Asap Membumbung ke Langit
Kondisi curah hujan dengan intensitas cukup tinggi diperkirakan terjadi mulai Bulan November, Desember dan berlanjut hingga Bulan Januari sampai Februari 2022. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk
-
150 KK Terdampak Banjir Bandang Tanggamus, Puluhan Rumah dan Lahan Warga Rusak
-
Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas
-
Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi
-
Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali
-
Sampah Karton Aseptik Melonjak, Kemenperin dan KLH Genjot Penerapan EPR
-
Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano
-
Pengakuan Yayat Yakin Mayat Tanpa Identitas di Pulau Enggano Adalah Ayahnya Usai Lihat Benda Ini
-
Gubernur Andra Soni Sampaikan Belasungkawa Langsung ke Keluarga Surakman