SuaraBanten.id - Dokter Tirta Mandira Hudhi atau yang lebih dikenal Dokter Tirta baru-baru ini punya pengalman buruk soal tren ikoy-ikoyan Arief Muhammad.
Dokter Tirta bahkan minta tanggung jawab Arief Muhammad untuk mengedukasi netizen terkait tren ikoy-ikoyan yang dipopulerkan olehnya.
Dokter Tirta mengaku terganggu dengan tren tersebut lantaran banyak netizen mulai mengirim pesan WhatsApp kepadanya tak terima permintaan mereka ditolak.
Dalam kesempatan itu, Dokter Tirta ungkap nomor yang dihubungi netizen difungsikan oleh pria lulusan Universitas Gajah Madha ini untuk telemedicine atau jasa konsultasi kesehatan gratis.
"Netizen itu mulai japri saya, awal mula DM, 'Dok, bagi duit. Ikoy-ikoyan'. Aku kalo itu biasa aja. Cuma ada beberapa memanfaatkan telemedicine, aku kan melayani konsultasi gratis. Mereka WA, bener-bener, 'Dok, gue butuh duit'. Ketika gue tolak jawabannya adalah, 'Lo gak setajir dan sekaya Arief Muhammad'," tuturnya, mengutip tayangan potongan video yang diunggah akun @insta.nyinyir, Kamis (9/9/2021).
Dokter Tirta kesal usai mendapat jawaban tersebut. Hingga akhirnya dia menasihati netizen tersebut bahwa beramal adalah privasi dan uang yang diberikan Arief Muhammad untuk ikoy-ikoyan berasal dari management, bukan dana pribadi.
Hingga akhirnya dokter Tirta meminta pertanggungjawaban kepada Arief Muhammad, meminta sang YouTuber tersebut untuk mengedukasi netizen.
Namun, Arief Muhammad menolak dengan mengatakan bahwa mereka yang meminta kepada dokter Tirta sudah bukan ranahnya.
'Gue sudah mencoba edukasi, bro. Tapi kalo netizen kan di luar kuasa', Nah, inilah yang aku kurang setuju. Lo kan yang buat, dia yang buat, impact-nya itu ya dia yang harus tanggung jawab. Jangan hanya mau engagement rate-nya doang, tapi impact-nya ini mulai ngawur. Netizen mulai berlomba-lomba nge-share penderitaannya," sambung dokter Tirta.
Baca Juga: Terganggu Ikoy-ikoyan, Dokter Tirta Minta Tanggung Jawab Arief Muhammad
Dokter Tirta merasa tak setuju dengan adanya tren ikoy-ikoyan ini karena orang-orang mulai menceritakan kisah hidup mereka dan merasa paling menderita dari yang lain.
"Kalo giveaway gue lebih setuju karena kuis, jelas kategori marketing. Tapi kalo ini kan, berlomba-lomba nge-share masalah hidup lu. Sampe ada yang protes, 'Gue lebih menderita, kenapa duitnya enggak ke gue aja'," ujarnya.
Lalu pada akhirnya, dokter Tirta mengatakan bahwa membentuk tren ikoy-ikoyan adalah hak Arief Muhammad dan Ikoy. Namun, yang terpenting adalah jangan sampai menganggu orang lain.
Berita Terkait
-
Jadi Pilihan Dokter Tirta: Apa yang Spesial dari Mazda 6 Estate? Segini Harga dan Konsumsi BBM-nya
-
5 Sepatu Running Lokal Murah untuk Orang Overweight, Ada Rekomendasi Dokter Tirta
-
5 Sepatu Running Buat Penghasilan UMR Rekomendasi Dokter Tirta, Cocok untuk Pemula
-
7 Sepatu Murah Lokal Buat Jogging Mulai Rp100 Ribuan, Ada Pilihan Dokter Tirta
-
4 Sepatu Lari Teknologi Tinggi Rekomendasi Dokter Tirta untuk Kecepatan Maksimal
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Belasan Warga Badui Tewas Digigit Ular Tanah, Apa Kendalanya?
-
Cek Jadwal KRL Rangkasbitung-Tanah Abang 2 Januari 2026: Kejar Kereta Pagi Biar Weekend Lebih Cepat
-
Destinasi Wisata Religi Terpopuler di Banten untuk Awali Tahun 2026 dengan Berkah
-
Melipir ke Cipanas Lebak! Ini 3 Hidden Gem Wisata Alam untuk Liburan Akhir Tahun 2025
-
Pemkot Tangsel Mampu Benahi Permasalahan Sampah, Pengamat: Ancaman Pidana Lingkungan Masih Prematur