"Waktu ketiga orang itu melakukan pengamanan di sini atas perintah Presiden Soekarno, ditemukan oleh gerombolan (Laskar BR) kemudian ditahan di daerah Cikeusik, tapi dieksekusinya di sini (Kampung Dahu Satu)," jelas Adhadi.
Kekejaman Laskar BR, ternyata tidak hanya membunuh tiga orang itu. Mereka terus melakukan pembunuhan terhadap orang–orang yang dianggapnya musuh.
Hal itu, diungkapkan oleh mantan Direktur Banten Heritage, Dadan Sujana. Menurutnya, dalam Peristiwa Tjibaliung (Cibaliung) 5 Oktober 1949 ada sekitar 10 anggota TNI dan Polri yang gugur termasuk polisi pertama di Banten, Joesoef Martadilaga.
"Di sana (Peristiwa Tjibaliung) ada 10 orang yang menjadi korban kekejaman Laskar BR atau gerombolan," ungkapnya saat dihubungi terpisah.
Tiga hari setelah peristiwa pembunuhan itu, jenazah Joesoef Martadilaga, Ahmad Fathoni dan Moechtar Tresna ditemukan oleh pihak keluarga, kemudian dipindahkan dan dimakamkan.
Jenazah Joesoef Martadilaga dimakamkan di makam keluarga di Kampung Ciherang, Kota Pandeglang, lalu jenazah Ahmad Fathoni dimakamkan di Serang, dan jenazah Moechtar Tresna dibawa ke Yogyakarta.
"Saat itu juga langsung dibawa oleh keluarganya, yang di Desa Cihanjuang itu hanya tugu bukan makam," tambahnya.
Dalam bulan yang sama, Laskar BR ditumpas TNI lewat Brigade Tirtayasa di bawah pimpinan Letnan Satu Jambar Wardana, yang dibantu Batalion Brigade Suryakencana Sukabumi pimpinan Kosasih.
Laskar BR yang sudah tersebar ke beberapa wilayah di Banten Selatan seperti, di Cibaliung, Cibadak dan Aermokla Ujung Kulon menjadi target TNI.
Baca Juga: Moeldoko Serahkan Bus MAB: Mobil Listrik Jawaban untuk Perubahan Lingkungan
Pertempuran pun tak terelakkan. Ratusan anggota Laskar BR terbunuh dan sisanya ada yang menyerah dan melarikan diri ke hutan Ujung Kulon.
Sejarah Joesoef Martadilaga Harus Dibukukan
Setiap 1 Juli atau dalam HUT Bhayangkara, Jajaran Polres Pandeglang melakukan ziarah kubur di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pandeglang untuk mengenang jasa Kapolwil Pertama di Banten, Komisiaris Tingkat I, Joesoef Martadilaga.
Batin Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono selalu bertanya-tanya tentang sejarah Joesoef Martadilaga yang tidak ada di dalam literatur. Padahal, sejarah tentang para pahlawan terdahulu penting untuk dibukukan, agar generasi sekarang mengetahui perjalanan sang pahlawan.
"Saya hanya mendapat informasi dari mulut ke mulut, karena belum ada literatur terkait dengan buku sejarah, memuat hal itu, saya belum temukan," kata AKBP Indra Lutrianto Amstono.
Ia berharap, ada kepedulian dari pemerintah daerah (Pemda) atau pihak yang berwenang mengenai sejarah membuat literatur untuk para pahlawan di Banten khsusnya Pandeglang.
Tag
Berita Terkait
-
Apa Syarat Iran ke Amerika Serikat Agar Selat Hormuz Dibuka untuk Tanker Minyak?
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Membaca Doorstoot naar Djokja: Menyelami Hari-Hari Paling Genting Indonesia
-
Perpecahan di Partai Republik? Kongres AS Desak Trump Hentikan Agresi Militer ke Iran
-
Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Desakan Negara Teluk, Takut Dibalas Rudal Teheran
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu