SuaraBanten.id - Belakangan ini kabar Ustaz Yahya Waloni terbaring di RS Polri Kramatjati menjadi sorotan publik. Sudah sekira dua hari Ustaz Yahya Waloni dirawat RS Polri Kramatjati.
Ustaz Yahya Waloni mendapat penanganan medis lantaran sesak nafas dan riwayat sakit jantung. Kabar terkini, Senin (30/8/2021) Ustaz Yahya Waloni masih dirawat. Lalu seperti apa kondisi Ustaz Yahya Waloni?
Menurut pihak RS, Yahya Waloni saat ini dalam kondisi sadar.
“Masih (dirawat). Kondisinya sadar, membaik atau stabil,” kata Kabid Perawatan Medik dan Perawatan RS Polri Kombes Yayok Witarto saat dihubungi, Senin pagi, 30 Agustus 2021.
Walau begitu, beliau tak bisa menjelaskan secara rinci seputar apa saja yang dilakukan untuk memberikan penanganan medis pada Yahya Waloni. Yang pasti, dia membuka kemungkinan kalau beliau bisa segera dipulangkan ke penyidik Bareskrim dalam waktu dekat.
Jika memungkinkan, Yahya Waloni sudah bisa keluar dari RS dalam pekan ini.
“Secepatnya, bila terus stabil,” ujar dia.
Sebelum Yahya Waloni dibawa ke RS Polri
Diketahui, Yahya Waloni ditangkap oleh penyidik di kediamannya Perumahan Permata Cluster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis 26 Agustus 2021, sekira pukul 17.00 WIB.
Dia langsung dibawa ke Gedung Bareskrim untuk menjalani pemeriksaan. Yahya tiba sekitar pukul 18.25 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan. Sehari setelahnya, Polri mengumumkan bahwa Yahya sudah berstatus sebagai tersangka saat ditangkap.
Berita Terkait
-
Film Anies Mulai Tayang, Ceramah Lawas Yahya Waloni Disorot, Sebut Anies Lebih Cocok Pimpin AS
-
Ucapan Ustaz Yahya Waloni Tentang Kematian Setahun yang Lalu Jadi Kenyataan
-
Ustaz Yahya Waloni Dibenci Sang Ayah Usai Pindah Agama ke Islam, Alasan Jadi Mualaf Tuai Kontroversi
-
Duka Mendalam: Ustaz Yahya Waloni Wafat saat Jadi Khatib di Makassar
-
Pernah Ajak Ribuan Orang Mualaf, Ustaz Yahya Waloni Sampai Dikeroyok dan Mobilnya Dibakar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi