SuaraBanten.id - Pelajar Kota Tangerang tampaknya masih belum bisa menjalani Pembelajaran Tatap Muka (PTM) meski sudah menerapakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.
Hal tersebut lantaran Pemkot Tangerang masih tunda pembelajaran tatap muka. Hal tersebut bahkan diungkapkan langsung oleh Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.
Dalam kesempatan itu Arief R Wismansyah klaim 70 persen pelajar SMP telah divaksin. Meski demikian, ia tidak mau terburu-buru soal rencana pembelajaran tatap muka. Lantaran takutnya terjadi klaster Covid-19 baru di Kota Tangerang.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Tangerang yang tengah menerapkan PPKM level 3 telah diizinkan untuk menerapkan skema PTM terbatas.
"Karena walaupun sudah ada arahan Menteri Pendidikan. Kita belum bikin target karena kita masih hati-hati sekali," ujar Arief di depan gedung Pemkot Tangerang, Kamis (26/8/2021).
Meski begitu, secara perlahan-lahan sudah meminta Dinas Pendidikan untuk menyiapkan skema sekolah PTM. Mulai dari pelajar hingga guru yang divaksin Covid-19.
Namun untuk rencana PTM, dirinya belum bisa menjelaskan kapan akan direalisasikan.
"Kan syarat-syaratnya misalnya yang sudah vaksin, nah yang tidak vaksin? mereka tetap mengikuti secara online," katanya.
"Masalahnya kapannya kita tunggu. Karena kita enggak bisa grabak-grubuk," tambahnya.
Dalam kesempatannya, Arief mencatat berdasarkan angka vaksinasi Covid-19 untuk pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Tangerang sudah di atas 50 persen.
"Jadi SMP sudah hampir semua kita vaksin, tapi kehadiran yang vaksin sendiri itu kisarannya 60-70 persen yang dateng," tutupnya.
Kontributor : Muhammad Jehan Nurhakim
Berita Terkait
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Sepekan Pasca-Ledakan, SMAN 72 Jakarta Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
-
Pramono Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di SMAN 72 Jakarta Kembali Dibuka Usai Ledakan
-
Sinergi KKN Unila, UPTD Puskesmas Kalianda, dan PKK Cegah Stunting dan PTM
-
Survei Elektabilitas Cagub Banten versi Alvara: Airin Kokoh Teratas, Dibayangi Arief dan Rano Karno
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Warga Banten Pemilik Mobil Listrik Bebas Pajak, Ini Penjelasan Wagub Dimyati
-
Momen Wali Kota Cilegon Bareng Ebiet G. Ade Iringi Refleksi HUT ke-27 Cilegon
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang