SuaraBanten.id - Warga Banten mungkin masih terbilang asing mendengar nama Nyimas Gamparan.
Nyimas Gamparan merupakan salh satu pahlawan lokal yang menjadi panglima perang perempuan Banten yang memimpin perang di sekitar Cikande.
Berada di bagian depan pasukan perang, pahlawan daerah beranama Nyimas Gamparan mengebu-gebu melawan Belanda di medan perang.
Nyimas Gamparan kumandangkan genderang perang saat Belanda memberlakukan aturan tanam paksa.
Lantaran Belanda saat itu hampir keok dengan pasukan Nyimas Gamparan, Belanda adu domba rakyat hingga perembunyiannya diketahui dan dikepung pasukan.
Nyimas Gamparan, merupakan pahlawan wanita Banten yang dengan gagah berani turun ke medan perang melawan penjajahan kolonial Belanda.
Ia menjadi panglima perang, dan kumandangkan genderang perang kepada kolonial Belanda pada saat perang Cikande pada tahun 1830 an. Saat itu pemerintah Belanda melakukan tanam paksa kepada masyarakat sekitar.
Salah satu pahlawan perempuan Banten itu, tidak terima dengan aturan tanam paksa yang diberlakukan oleh pemerintah kolonial Belanda kepada masyarakat Cikande dan sekitarnya.
Tidak ada kata yang pantas bagi Nyimas Gamparan ucapkan selain menabuh genderang perang melawan para penjajah di tanah jawara.
Baca Juga: Isi, Perumusan Hingga Arti Penting Pembacaan Teks Proklamasi, Sudah Tahu?
Nyimas Gamparan bersama pasukannya melawan Belanda menggunakan strategi griliya. Kala itu Belanda nyaris terseok dan kalah oleh Nyimas Gamparan bersama dengan pasukannya.
Namun Belanda yang tidak mau kalah akhirnya Belanda mengatur strategi adu domba antara masyarakat sekitar.
Sehingga strategi dan kerahasiaan serta persembunyian atau tempat petapa Nyimas Gamparan bocor ke tangan Belanda, sehingga terkepung Nyimas Gamparan saat berperang melawan Belanda.
Hingga saat ini di wilayah Banten makam Nyimas Gamparan tidak diketahui. Akan tetapi, tempat patilasan atau tempat berkumpul mengatur strategi perang melawan Belanda itu di Kampung Kadaung, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang,
Hal itu diterangkan Beni Kusnandar Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, berdasarkan informasi yang diterimanya dari jukpel atau juru pelihara patilasan Nyimas Gamparan bernama Afan bahwa makan Nyimas Gamparan berada di daerah Kecamatan Pamarayan.
"Tapi setelah saya selidiki kesana itu tidak ada, dan tidak ada yang mengetahui keberadaan makam Nyimas Gamparan," kata Beni kepada Suara.com di Serang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
BRI Peduli Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur, Akses Sekolah dan Ekonomi Warga Makin Mudah
-
Membangun Ekonomi dari Desa, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih
-
Update Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel: 2 Orang Tewas, 11 Luka-Luka, Korban Parah Dirujuk
-
Teka-teki Ledakan Pasar Cimanggis Terkuak, Ruko Ternyata Tempat Suplai Buah MBG
-
Ledakan Keras Hantam Kawasan Pasar Cimanggis Ciputat