SuaraBanten.id - Iming-imingi handphone pada anak di bawah umur. Ibu asal Pasar Kemis Tangerang berhasil gasak anting emas bocah.
Seorang ibu paruh baya bernama Arhati kelabuhi bocah untuk mengambil perhiasan anting yang ia pakai. Ibu paruh baya iming-imingi korban akan dibelikan boneka. Selain boneka, ibu paruh baya janji belikan hanphone.
Diketahui, Ibu paruh baya beraksi di pinggir jalan Kantor Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, Selasa (18/5/2021) lalu.
Kini tersangka sudah berhasil diamankan di rumahnya berlokasi di Kampung Putat, Desa Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
“Kami tangkap pada hari Sabtu 29 Mei 2021 setelah melakukan penyelidikan di dapat nama dan alamat jelas pelaku,” ujar Kanit Reskrim Polsek Mauk Polresta Tangerang Iptu I Nyoman Nariana kepada BantenNews.co.id-Jaringan SuaraBanten.id, Sabtu (5/6/2021).
Menurut keterangan pelaku kepada polisi, tindak kejahatan penipuan dan penggelapan tersebut pelaku sudah melakukan sebanyak 5 kali.
“Modusnya sama semuanya,” kata Nyoman.
Nyoman menjelaskan kronologis korban Bunga (nama samaran) berusia 12 tahun bersama temannya sebayanya sedang asik bermain di pinggir jalan dekat rumah berlokasi di Kampung Duri Desa Paku Aam Kecamatan Pakuhaji.
Kemudian, pelaku yang pakai kendaraan sepeda motor matik menghampiri korban dengan modus meminta korban untuk menemani pelaku membeli telpon genggam untuk anaknya. Lalu pelaku mengiming-imingi akan dibelikan juga plus boneka.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 6 Juni 2021 Tangerang Banten
“Mereka bersedia ikut dan di bonceng oleh pelaku. Kemudian di bawa keliling lalu di turunkan di depan kantor desa gintung dan setelah itu pelaku meminjam anting emas milik dengan alasan untuk contoh buat anaknya pelaku,” papar Nyoman.
“Pelaku pergi, sementara mereka berdua di suruh menunggu di pinggir jalan. Namun setelah di tunggu pelaku tidak kunjung kembali lalu korban meminta tolong kepada saksi yang sedang duduk tidak jauh dari tempat kejadian, lalu saksi menghantarkan kedua korban tersebut pulang ke rumahnya,” sambungnya.
Mendengar anaknya menjadi korban, Ibnu selaku orang tuanya langsung melaporkan ke Polsek Mauk dengan mengaku mengalami kerugian sekitar Rp2,7 juta.
“Orang tua korban membuat laporan ke kita di hari kejadian dan langsung kita proses,” kata Nyoman.
Berita Terkait
-
Membongkar Jebakan Kemiskinan Spasial Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang
-
Siswa 13 Tahun Tewas di Sekolah Internasional Gading Serpong, Diduga Jatuh dari Lantai 8
-
Cegah Pencemaran, TPA di Jabodetabek Diminta Tutup Tumpukan Sampah
-
Kelas Rusak, Guru Mengundurkan Diri: Realitas Miris di SMK Al-Anshor Tangerang
-
TPA Jatiwaringin Kritis, Tersisa 6 Hektar dari 31 Hektar Lahan
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Buka Akses Kerja Inklusif, BRI Kembali Gelar Peduli Sahabat Disabilitas
-
Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri
-
Suyudi Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri, MFF Syndicate Soroti Tantangan Polri ke Depan
-
Dari Kapolda hingga BNN, Golkar Nilai Ketegasan Komjen Suyudi Sangat Dibutuhkan Polri
-
Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal