SuaraBanten.id - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin tuding pegawai KPK tak lolos TWK main politik. Ia mewanti-wanti puluhan anggota KPK yang tak lolos jangan bikin gaduh.
Ngabalin angkat suara soal polemik TWK atau Tes Wawasan Kebangsaan sejumlah pegawai KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi. Ngabalin ingat rencana TWK 2019 silam. Ngabalin sebut pegawai KPK protes wacana alih status jadi ASN atau Aparatur Sipil Negara.
Kata Ngabalin, pegawai KPK tolak alih status jadi ASN. Bahkan, lanjut Ngabalin, pegawai KPK siap mundur jika harus alih status menjadi ASN.
Ngabalin sebut pegawai menolak alih status ASN tersebut hampir sama dengan yang saat ini berkoar-koar mengenai TWK. Pegawai KPK giring opini tes tersebut dilakukan untuk menyingkirkan para pegawai.
Ngabalin tak masalah pegawai KPK itu ingin mengundurkan diri lantaran memang kemauan dirinya sendiri.
“Orang-orang ini juga semua pada mengeluarkan statement dan ramai di media itu, adalah kalau sampai nanti pemerintah memilih jalan untuk mengalihkan pegawai KPK itu kepada ASN, maka mereka akan mengundurkan diri,” kata Ngabalin dikutip dari Hops-Jaringan Suara.com, Jumat (4/6/2021).
“Ya sudah, beberapa kawan dan sahabat itu kan memilih untuk berhenti,” sambungnya.
Lebih lanjut Ngabalin berharap agar para pegawai KPK kedepannya lebih independen dengan tidak ikut campur soal masalah politik.
Dia juga mengimbau kepada sejumlah pihak yang memandang apabila TKW tak sesuai dengan Pancasila, maka laporkan saja ke pihak terkait.
Baca Juga: Kronologi Kuliah Umum USU Tentang Status Pegawai KPK Disusupi Video Porno
Hal tersebut disarankan agar tidak membuat gaduh publik dengan sejumlah pernyataan yang melahirkan isu dan polemik,
“Jangan main politik, kalau dia menyebutkan TWK tidak sesuai dengan Pancasila ya laporin aja. Supaya orang tahu. Jangan bikin gaduh dengan berbagai macam pernyataan-pernyataan,” imbuhnya.
Berita Terkait
-
Bapak Ternyata Anggota LSM, Begini Modus Staf Admin KPK Peras Bupati Pemalang Rp2 Miliar
-
Staf KPK Jadi Tersangka, Bocorkan Informasi Kasus Bupati Pemalang ke Ayahnya
-
Sosok Setya Budi Dias, Pegawai KPK Ikut Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
-
Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
-
PAN Cilegon Bidik Kursi Ketua DPRD dan Wali Kota, Yandri Susanto Dorong Dede Rohana Maju 2029
-
World Cleanup Day 2026, JHL Group Gandeng Banksasuci Bersihkan Sampah di Sungai Cisadane
-
BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah