John Verbeek pemerhati bangunan pertahanan militer asal Den Haag, Belanda yang menelaah sejumlah coretan di dinding sebuah kamar rumah tersebut menemukan penggalan cerita-cerita tentang aktifitas perjuangan masa lalu. Ini menerangkan senjata dan amunisi yang berhasil dirampas oleh Resimen Artileri Medan Belanda dari tangan Republik.
Rumah di Cisauk ini meski tidak terawat, masih kokoh berdiri sesuai aslinya, yang benar-benar membuktikan dugaan bahwa rumah tersebut adalah pos komando militer, di halaman samping rumah terdapat bunker. Bunker tersebut tingginya dua meter dan panjang 6 meter. Bungker ini juga memiliki jalan pintu keluar yang kini tembus di tempat parkir sebuah Klenteng Kwan Im Hud Cow.
Kehadiran para investor tidak serta merta berdiri sendiri, jauh sebelumnya Cisauk sudah memiliki sarana transportasi untuk mendukung mobilitas. Cisauk 1899 sudah memiliki stasiun yang terkoneksi dengan stasiun daerah lain
Baca Juga: Jejak Islam di Tangerang, Makam Keramat Solear hingga Mitos Monyet Liar
Stasiun Cisauk merupakan stasiun kereta api kelas III yang terletak di Cibogo, Cisauk, Tangerang. Stasiun yang terletak pada ketinggian sekitar 33 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun Cisauk merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling tenggara di Kabupaten Tangerang.
Haritage Kereta Api Indonesia menyebutkan, stasiun Cisauk dibangun tahun 1899 merupakan stasiun kereta api yang berada paling tenggara kabupaten Cisauk, Tangerang.
Dibangun pada masa kolonial dengan usia bangunan lebih dari 100 tahun. Dari model dan karakteristik bangunan Stasiun Cisauk dapat ditemukan juga pada bangunan stasiun lain. Berikut catatan keberadaan status Cisauk.
2 Januari 1988 , Peresmian lintas Batavia-Duri-Tangerang sepanjang 23 km oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatssporwegen (SS)
1 Oktober 1899, Stasiun Cisauk diresmikan bersamaan dengan peresmian lintas Duri-Rangkasbitung sepanjang 76 km oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatssporwegen
Baca Juga: Asal Usul Nama Tigaraksa, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang
Tahun 1900, Staatssporwegen melanjutkan pembangunan lintas Batavia-Duri-Tangerang hingga ke Serang dan Anyer
Berita Terkait
-
Drama Ganti Rugi Tol: Ahli Waris Mat Solar Vs Muhammad Idris, Siapa Pemenangnya?
-
Sidang Sengketa Tanah Mat Solar Ditunda! Ahli Waris Jadi Penentu
-
The Mosaic of Ramadan: Perpaduan Bazaar, Dekorasi, dan Workshop Seru di Bulan Suci
-
BSD Jadi PSN, Mantan Kepala Bappenas Curiga Ada Timbal Balik!
-
Renovasi Tuntas! Indomilk Arena Kini Lebih Megah dan Ramah Disabilitas
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Kawasan Banten Lama Dipadati Ribuan Peziarah Pada Libur Lebaran
-
Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil Dipadati Ribuan Wisatawan
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran
-
Pantai Batu Saung Anyer Dipadati Wisatawan Saat Libur Lebaran 2025
-
KMP Mutiara Ferindo II Kebakaran, 17 ABK Dievakuasi Tim SAR