Adanya mega proyek BSD City ini juga membuat mobilitas penduduk ke wilayah sekitar Kabupaten Tangerang berjumlah 732.919 jiwa.Tingginya jumlah penduduk di suatu perkotaan tidak diimbangi ketersediaan lahan pemukiman serta tingginya harga properti menyebabkan masyarakat harus mencari alternatif wilayah lain namun menjangkau lokasi tempat bekerja dengan efisien.
Berdasarkan hasil wawancara Sarah Hanan Sahara bersama Sekertaris Desa Sampora, Saprudin dijelaskan, sebelum ada pengembangan datang, desa Sampora awalnya sawah, kebun karet, dan pertanian lahan kering untuk menanam singkong dan ubi. Namun tahun 2010, masyarakat banyak yang menjual tanahnya kepada pengembang untuk dijadikan kawasan perumahan.
Ditengah gemerlap pembangunan properti di Kecamatan Cisauk, terdapat benda berupa sebuah bangunan bergaya Eropa-China peninggalan Belanda. Letaknya Di pinggiran jalan Desa Cisauk.
Dikutip dari situs SMAN 28 Kabupaten Tangerang, dalam bangunan itu terdapat tulisan-tulisan di dinding yang ditulis pada masa penjajahan itu, diduga rumah tersebut adalah pos komando militer.
John Verbeek pemerhati bangunan pertahanan militer asal Den Haag, Belanda yang menelaah sejumlah coretan di dinding sebuah kamar rumah tersebut menemukan penggalan cerita-cerita tentang aktifitas perjuangan masa lalu. Ini menerangkan senjata dan amunisi yang berhasil dirampas oleh Resimen Artileri Medan Belanda dari tangan Republik.
Rumah di Cisauk ini meski tidak terawat, masih kokoh berdiri sesuai aslinya, yang benar-benar membuktikan dugaan bahwa rumah tersebut adalah pos komando militer, di halaman samping rumah terdapat bunker. Bunker tersebut tingginya dua meter dan panjang 6 meter. Bungker ini juga memiliki jalan pintu keluar yang kini tembus di tempat parkir sebuah Klenteng Kwan Im Hud Cow.
Kehadiran para investor tidak serta merta berdiri sendiri, jauh sebelumnya Cisauk sudah memiliki sarana transportasi untuk mendukung mobilitas. Cisauk 1899 sudah memiliki stasiun yang terkoneksi dengan stasiun daerah lain
Baca Juga: Jejak Islam di Tangerang, Makam Keramat Solear hingga Mitos Monyet Liar
Stasiun Cisauk merupakan stasiun kereta api kelas III yang terletak di Cibogo, Cisauk, Tangerang. Stasiun yang terletak pada ketinggian sekitar 33 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun Cisauk merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling tenggara di Kabupaten Tangerang.
Haritage Kereta Api Indonesia menyebutkan, stasiun Cisauk dibangun tahun 1899 merupakan stasiun kereta api yang berada paling tenggara kabupaten Cisauk, Tangerang.
Dibangun pada masa kolonial dengan usia bangunan lebih dari 100 tahun. Dari model dan karakteristik bangunan Stasiun Cisauk dapat ditemukan juga pada bangunan stasiun lain. Berikut catatan keberadaan status Cisauk.
2 Januari 1988 , Peresmian lintas Batavia-Duri-Tangerang sepanjang 23 km oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatssporwegen (SS)
1 Oktober 1899, Stasiun Cisauk diresmikan bersamaan dengan peresmian lintas Duri-Rangkasbitung sepanjang 76 km oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatssporwegen
Tahun 1900, Staatssporwegen melanjutkan pembangunan lintas Batavia-Duri-Tangerang hingga ke Serang dan Anyer
Tag
Berita Terkait
-
Gagal Ngumpet! Maling Motor Sembunyi di Plafon Rumah Pacar Jatuh Terjerembab Usai Didobrak
-
Sinar Mas Land dan 2 Universitas Terkemuka Perluas Akses Pendidikan Global di BSD City
-
Boardang Boarding Festival 2026 Umumkan Full Line-up, Siap Hadirkan Pengalaman "Lepas Landas"
-
Mohon Maaf Warga Serpong, PLN Matikan Listrik di Beberapa Wilayah
-
Pertumbuhan Properti Tangerang Jadi Magnet Ekspansi Industri Penunjang Hunian
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
-
Bus Langsung PIK 2 Dukuh Atas Mulai Beroperasi 3 Agustus, Gratis Selama Lima Hari Pertama
-
TPA Dengung Lebak Banten Terbakar
-
BRI Percepat Transformasi BRIvolution Reignite, Perkuat Peran Danantara Dorong Ekonomi Nasional
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten