Scroll untuk membaca artikel
Hairul Alwan
Minggu, 09 Mei 2021 | 13:56 WIB
Ilustrasi wawancara. Bupati Pandeglang Irna Narulita. [Foto: Akun Instagram @irnadimyati / Olah gambar: Suara.com]

Pada tahun 1809, Sultan Muhammad memindahkan ibukota Kesultanan Banten ke Pandeglang karena kekacauan yang terus-menerus mendera Banten. Meskipun demikian, pemindahan ibukota tersebut masih belum dapat meredakan ketegangan bahkan memuncak pada tahun 1888, pasca meletusnya Gunung Krakatau di tahun 1883.

Pada tahun 1819, pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van der Capellen, Banten diubah menjadi dua kabupaten, yakni Banten Utara dan Banten Selatan. Perubahan terjadi lagi pada tahun 1828, Banten menjadi tiga kabupaten, yakni Banten Utara dengan ibukota Serang, Banten Barat beribukota di Caringin (yang kini menjadi nama desa di Kecamatan Labuan) dan Banten Selatan beribukota di Lebak.

Tahun 1854, Banten dibagi menjadi empat kabupaten dengan menambah satu kabupaten baru, yakni Banten Tengah yang beribukota di Pandeglang. Ketetapan hukum Kabupaten Pandeglang sebagai kabupaten berdasarkan Ordonansi tanggal 1 Maret 1874, yang mulai diberlakukan tanggal 1 April 1874, yang membawahi sembilan distrik, di antaranya:

Kewedanaan Pandeglang

Baca Juga: Oknum Ngaku Anggota Polda Banten dan Ancam Tembak Pemotor di SPBU Dibekuk

  1. Kewedanaan Baros
  2. Kewedanaan Ciomas.
  3. Kewedanaan Kolelet
  4. Kewedanaan Cimanuk
  5. Kewedanaan Caringin
  6. Kewedanaan Panimbang
  7. Kewedanaan Menes
  8. Kewedanaan Cibaliung

Di Pandeglang sejak tanggal 1 April 1874 telah ada pemerintahan. Lebih jelas lagi dalam Ordonansi 1887 No. 224 tentang batas-batas wilayah Keresidenan Banten, termasuk batas-batas Kabupaten Pandeglang. Dalam tahun 1925 dengan Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925 No. IX maka jelas Kabupaten telah berdiri sendiri tidak di bawah penguasaan Keresidenan Banten.

Atas dasar dan fakta-fakta tersebut:

  1. Pada tahun 1828: Pandeglang sudah merupakan Pusat Pemerintahan Distrik;
  2. Pada tahun 1874: Pandeglang merupakan Kabupaten;
  3. Pada tahun 1882: Pandeglang merupakan Kabupaten dan Distrik Kewedanaan;
  4. Pada tahun 1925: Kabupaten Pandeglang telah berdiri sendiri.

Dari keempat kesimpulan itu atas kesepakatan bersama kita telah menentukan 1 April 1874 sebagai Hari Jadi Kota Kabupaten Pandeglang.


Mitos dan Asal Usul Pandeglang

Asal usul penyebutan nama Pandeglang memang banyak versi, dilansir dari laman Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten.

Baca Juga: Gegara Posting Ibu Hamil Ditandu, DPRD Kecam Tindakan Dinkes Pandeglang

Pertama, nama Pandeglang sendiri diambil dari cerita pembuatan gelang yang dibuat oleh pande besi. Material gelang tersebut, diambil dari potongan bagian belakang meriam Ki Amuk yang dilebur menjadi lima pasang gelang.

Load More