Senada disampaikan pemudik lainnya asal Depok, bernama Adip, mengaku berangkat ramai-ramai beserta pemudik yang lain, namun sesampainya di Merak dirinya terpisah dengan rombongan pemotor lainnya.
"Engga tau yang bareng dengan saya kemana, mungkin udah masuk kapal kayanya, saya berhenti dulu tadi beli nasi soalnya, pas nyampe sini saya udah gak bisa masuk," katanya.
Ia mengaku, dirinya berangkat dari Depok seorang diri, namun dalam perjalanan dirinya bertemu dengan pemudik lainnya. Iya juga mengaku, di Depok dirinya bersekolah dan sudah lulus hendak pulang ke lampung.
"Saya kan abis sekolah Dari depok, kan udah lulus sekarang mau pulang ke kampung. Kemarin mangkanya belum pulang saya kan nunggu SKL (surat keterangan lulus-red) dari sekolah," katanya.
Dirinya hendak pulang ke Lampung Timur, lantaran dilarang pulang, kemungkinan besar dirinya akan balik kembali ke Depok.
"Balik lagi ini kayanya, karena kan dilarang," tandas Adip.
Berbeda dengan salah seorang pemudik bernama Daryono, asal Lampung Timur juga, dirinya dari Cengkareng Tangerang. Cara mudik satu ini mencoba mengelabuhi petugas dengan memakai pakaian biasa tidak layaknya seorang pemudik.
"Saya sengaja pakaian gini biar gak disangka mudik eh kena juga," kata Daryono.
Diungkapkan Daryono, dirinya bertolak dengam sepedah motor nya dari Cengkareng sekira pukul 20.30 WIB. sesampainya di Merak, ternyata sudah tidak bisa menyeberang.
Baca Juga: Parah! Tes GeNose di Pelabuham Merak, Petugas Tak Pakai APD
"Padahal saya udah beli tiket di jalan, berarti kan ini tiket sia-sia kalau gak bisa di pake, pasti anak sudah pada menunghu disana," keluhnya.
Kontributor : Adi Mulyadi
Berita Terkait
-
Pelabuhan Merak Padat, 75 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera
-
Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang
-
Link CCTV dan Kapal Pelabuhan Merak untuk Pantau Arus Mudik Nataru 2025 Real-Time
-
Arus Mudik Nataru, Truk Logistik Dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan
-
Merak Macet, Menhub: Itu Gara-gara Gelombang Tinggi, Harap Dipahami
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Lolos dari Jeratan Kasus SDN Kuranji, Laporan Terhadap Walikota Serang Budi Resmi Dihentikan
-
Viral Kapal Tongkang Buang Material di Bojonegara, DKP Banten Curiga Itu Limbah Industri
-
Berawal dari Niat Jahat Sopir dan Kernet, Bisnis Gelap Rokok Polos di Banten Berakhir di Jeruji Besi
-
Minimalisir Terpapar Pinjol, Puluhan Mahasiswa Diedukasi Literasi Keuangan
-
Komisi III Sorot Kelebihan Bayar Rp1,5 Miliar pada Proyek RSUD Cilegon: Harus Ada Pertanggungjawaban