SuaraBanten.id - Wakil Gubernur Banten ngamuk di Pelabuhan Merak. Andika Hazrumy ngamuk karena tes GeNose di Pelabuhan Merak tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku dalam pengecekan Covid-19.
Andika Hazrumy bersama rombongan melaksanakan pengecekan ke Pelabuhan Merak. Di sanan penumpang pejalan kaki melaksanakan tes GeNose.
Pantauan SuaraBanten.id, Wagub Banten Andika Hazrumy melihat pendaftaran pengecekan GeNose.
Setelah itu Andika Hazrumy bersama rombongan juga melihat proses pengecekan di tirai untuk menentukan hasil GeNose.
Terlihat, petugas pengecekan GeNone baik pendaftaran maupun petugas yang ada di dalam tirai tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) keselamatan, saat beberapa penumpang melakukan pendaftaran dan pengecekan.
Terlihat juga, kantong bekas pengecekan GeNose beserakan tidak disimpan di tempat tertutup usai di periksa GeNos oleh petugas.
Andika Hazrumy juga mengarahkan hal itu, untuk dilakukan perbaikan prosedur.
Wagub Banten Andika Hazrumi mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan bersama dengan Wakapolda Banten dari sisi keselamatan dan kenyaman penumpang di Pelabuhan Merak.
"Ya tadi sekaligus dengan Wakapolda, kadinkes, kami mengecek dari kesiapan, itu dari sisi keselamatan, dan kenyamanan, kalau dari sisi fasilitas kami melihat di sini sudah memenuhi syarat," katanya kepada awak media
Baca Juga: Wagub Banten Marah, Test GeNos Di Pelabuhan Merak Tidak Sesuai Prosedur
Kata Andika Hazrumy, dalam pengecekan tersebut pihaknya menemukan beberapa catatan yang harus diperbaiki oleh pihak Pelabuhan Merak.
Terutama pada pengecekan Covid-19, menggunakan alat GeNose di loket pejalan kaki.
Andika Hazrumy menganggap, pengecekan GeNose yang ada di Pelabuhan Merak untuk pejalan kaki itu tidak sesuai dengan prosedur yang ada untuk pengecekan Covid-19.
"Cuma ada beberapa catatan tadi pelaksanaan pemeriksaan GeNose harus lebih di rapihkan, karena kondisi yang ada kudu bener steril tidak bisa asal," kata pria yang biasa di sapa Aa.
Diungkapkan Andika, jika pengecekan itu dilakukan tidak sesuai prosedur itu akan menimbulkan penyebaran Covid-19 di lingkungan tersebut, melihat hal itu pihaknya langsung melakuka komunikasi dengan Kepada Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten, yang juga ikut dalam rombongan tersebut.
"Karena itu juga kan bisa menimbilkan penyebaran covid-19. Tapi saya tadi langsung koordinasikan dengan Kadinkes. Dan bu kadis juga sudah komunikasikan agar lebih di benahi lagi," katanya
Berita Terkait
-
Pelabuhan Merak Padat, 75 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera
-
Rekayasa Mudik Dikritik, Pelabuhan Penunjang Padat Merak Justru Lengang
-
Link CCTV dan Kapal Pelabuhan Merak untuk Pantau Arus Mudik Nataru 2025 Real-Time
-
Arus Mudik Nataru, Truk Logistik Dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan
-
Merak Macet, Menhub: Itu Gara-gara Gelombang Tinggi, Harap Dipahami
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia