Menara yang menjadi ciri khas Masjid Banten terletak di sebelah timur masjid. Menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Untuk mencapai ujung menara, ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang
Pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai dapat terlihat di atas menara, karena jarak antara menara dengan laut yang hanya sekitar 1,5 kilometer. Dahulu, selain digunakan sebagai tempat mengumandangkan adzan, menara yang juga dibuat oleh Hendick Lucasz Cardeel ini digunakan sebagai tempat menyimpan senjata.
Masjid berdenah empat persegi dan beratap tumpang susun lima ini sejak di bangun telah beberapa kali mengalami perubahan fisik,diantaranya;
- Pada pemerintahan Maulana Yusuf (Tahun 1570-1580) Masjid Agung Banten diperluas dengan serambi muka dan samping. Selain perbaikan Masjid juga dibangun menara Masjid dengan bantuan Cek Ban Cut, seorang muslim berkebangsaan Mongolia.
- Pada pemerintahan Maulana Muhammad (1580-1596); Masjid Agung Banten diperindah dengan melapisi tembok Masjid dengan porselin dan tiangnya dibuat dari kayu cendana. Dibangun juga tempat sholat khusus perempuan yang disebut pawestren atau pawadonan.
- Masa pemerintahan Sultan Haji (1684-1687) dibangun menara baru di halaman muka Masjid dan tiamah(tempat bermusyawarah dan berdiskusi agama) di selatan serambi Masjid. Menara berbentuk mercusuar Eropa dan berdenah segi delapan. Pembangunan menara ini dbantu oleh arsitek Lucas Cardel.
- Tahun 1945-1961. Residen Banten Th. Achmad Chatib bersama masyarakat Banten melakukan perbaikan Masjid. Dibuat atap cungkup penghubung di komplek pemakaman utara.
- Tahun 1966-1967, Dinas Purbakala melakukan pemugaran menara.
- Tahun 1969 Korem 064 Maulana Yusuf Serang melakukan pemugaran total fisik, kecuali model bangunan dan dinding yang masih asli karena kayu dan gentengnya pada rusak dimakan usia. Langit-langit yang tadinya dari bahan rumbia diganti dengan etemit.
- Tahun 1970, Yayasan Qur'an memberi bantuan untuk pemugaran serambi timur.
- Tahun 1975, pemugaran besar-besaran dan menyempurnakan pemugaran pada tahun sebelumnya. Termasuk memperluas halaman Masjid, dengan memindahkan rumahrumah penduduk yang ada disekitar halaman Masjid ke tempat yang lain.
- Tahun 1987, merenovasi lantai terasa diganti dengan marmer di bagian dalam Masjid dan di bagian luamya dengan keramik. Lantai pemakaman utara dan cungkup makam Maman Hasanuddin yang semua tegel berwarna merah juga diganti dengan marmer.
- Dari tahun 1987 sampai sekarang ada renovasi - renovasi kecil termasuk penambahan tempat ziarah yang tadinya terbuka sekarang tertutup dengan atap genteng. Begitu juga tempat wudhu, kamar keeil mulai dibata rapi; demi pelayanan dan fasilitas bagi para peziarah yang berasal dari berbagai daerah.
Kontributor : Saepulloh
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD
-
Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas
-
DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi