SuaraBanten.id - Polres Tangerang Selatan berhasil membekuk pelaku pembunuhan berinisial WA. Setelah membunuh pasangan suami Istri (Pasutri) di perumahan Giri Loka 2, BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu (13/3/2021), pelaku sempat kabur ke Bekasi.
Korban pria merupakan warga Jerman berinisial KEN. Sementara istrinya NS warga Negara Indonesia.
“Pelaku ditangkap di kediaman saudaranya di Tambun, Bekasi tak lama setelah tersangka kabur,” ungkap Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin seperti dikutip dari bantennews.co.id - jaringan Suara.com, Minggu (14/3/2021).
Berdasarkan keterangan pelaku kepada Polisi, Iman menyebut motif pelaku melakukan kejahatan itu lantaran tak terima karena selalu dilecehkan dengan kata-kata yang menyinggungnya pada saat pelaku tengah bekerja.
Iman menuturkan, pelaku bekerja di rumah korban sebagai tukang bangunan. Namun karena diduga pelaku membuat kesalahan dalam bekerja, korban mencemooh sampai menamparnya, sehingga pelaku sakit hati.
“Sebelumnya tersangka adalah buruh harian lepas di rumah korban. Pelaku merasa sakit hati karena sering dilecehkan dengan kata-kata kotor yang menurut pelaku sangat menghina dirinya,” terang Iman.
Saat ini, kata Iman, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kedutaan besar Jerman untuk mengurus jenazah korban.
“Kami sudah koordinasi dengan kedutaan Jerman sehubungan dengan jenazah. Hari Senin dari kedutaan akan datang untuk berkoordinasi dengan kita,” ungkapnya.
Baca Juga: Wahyu Apriansyah Ternyata Sudah Rencanakan Untuk Habisi Bule Jerman
Berita Terkait
-
Bunuh Bule Jerman, Wahyu Apriansyah Terancam Dihukum Seumur Hidup
-
Wahyu Apriansyah Ternyata Sudah Rencanakan Untuk Habisi Bule Jerman
-
Detik-detik Kuli Bangunan Tebas Leher Pasutri Bule Jerman Pakai Kapak
-
Pembunuh Bule Jerman Ditangkap Ternyata Bekas Kuli Bangunan di Rumah Korban
-
Pasutri WN Jerman Tewas Dikapak Kuli, WA Dendam Pernah Ditunjuk Pakai Kaki
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi