SuaraBanten.id - Pemprov Banten melakukan pemetaan resiko Covid-19 hingga tingkat RT. Cara tersebut diklaim efektif menekan angka positif di Banten hingga membawa lima kota/ kabupaten di Banten sudah berstatus zona kuning atau resiko rendah.
Lima daerah yang masuk zona kuning yakni Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
Sementara, tiga kota/kabupaten masuk zona oranye atau risiko sedang, yaitu Kota Tangerang, Kabupaten Pandeglang dan Kota Cilegon.
Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, penurunan dari risiko sedang menjadi risiko rendah atau zona kuning tidak terlepas dari peran serta semua kalangan.
Khususnya satuan tugas penanganan dan pencegahan Covid-19. Mulai satuan tugas tingkat provinsi hingga RT dan RW.
“Penyebab zona kuning berkat kerja keras seluruh satgas dari tingkat Provinsi hingga RT dan RW dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat," katanya, Rabu (3/3/2021).
Ati juga menegaskan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Banten berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor 4 Tahun 2021 menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Melalui PPKM, kegiatan pencegahan Covid-19 menukik hingga tingkat RT dan RW.
"Kegiatan dilakukan berdasarkan peta zona risiko di setiap RT,” ujarnya.
Baca Juga: Alhamdulillah 5 Kabupaten di Banten Bergeser ke Zona Kuning, Ini Daftarnya
Ati menambahkan, meski sudah memasuki zona kuning, antisipasi sarana prasarana kesehatan tetap dilakukan.
Ketersediaan sarana yang digunakan untuk penanganan pasien Covid-19, masih memadai.
Ruang isolasi misalnya, dari 3.217 ruangan masih tersedia sebanyak 1.008 ruangan, rumah singgah dari ketersediaan sebanyak 697 rumah masih tersisa sebanyak 233 rumah dan ruang ICU masih tersisa 49 ruangan dari total ketersediaan di Banten sebanyak 252 ruangan.
Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) bersyukur atas penurunan risiko penyebaran virus dari risiko sedang menjadi risiko rendah.
“Alhamdulillah, Banten masuk zona kuning. Ini menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 terkendali," ujarnya.
Wahidin juga berharap penanganan Covid-19 di Banten terus membaik.
Berita Terkait
-
Kuota Mudik Gratis Pemprov Banten 2026: Info Pendaftaran, Rute, dan Syarat Lengkap
-
5 Fakta Lelang Land Cruiser Ratu Atut, dari Harga Selangit hingga Kondisi Ciamik
-
Dulu Jadi Tunggangan Ratu Atut, Kini Land Cruiser Legendarisnya Dilelang Apa Adanya, Minat?
-
Cara Dapat Tiket Mudik Gratis Banten 2025, Simak Syarat dan Jadwalnya!
-
Viralnya Hilangnya Ratusan Kendaraan Dinas Pemprov Banten Senilai Rp 25 Miliar, Publik Bingung: Mobilnya Gerak Sendiri?
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya
-
Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan