SuaraBanten.id - Dini hari tadi (2/1/2021) telah berpulang tokoh otomotif dan berkuda Nasional, Alex Asmasoebrata. Seorang sosok yang sekitar 20 tahun terakhir terkenal sebagai manajer dari pembalap putri single seater Alexandra Asmasoebrata.
Lewat media sosial Instagram, di Instastory, Alexandra Asmasoebrata, istri dari mantan pereli Nasional Subhan Aksa mengunggah kabar kepergian ayahandanya tercinta, Alex Asmasoebrata.
Di sana tertulis, "Telah meninggal dunia, suami/ayah/kakek kami: H. M.A.S Alex Asmasoebrata pada Sabtu, 2 Januari 2021 00.01 WIB di RSCM Kencana. Kami memohon maaf atas segala kesalahan almarhum, semoga almarhum husnul khatimah."
Keterangan itu disertai serangkaian potret kenangannya tentang sang ayah, Alex Asmasoebrata. Di setiap foto, Alexandra menuliskan caption yang menggambarkan betapa Alex Asmasoebrata adalah sosok ayah komplet dalam menjadikan dirinya sebagai perempuan pembalap. Sebuah profesi langka hingga kekinian di Tanah Air.
Dikutip dari kanal otomotif Suara.com, jejaring SuaraBanten.id, Alex Asmasoebrata yang lahir 23 Juni 1951 menjadi manajer sang putri, Alexandra Asmasoebrata sepanjang kariernya sebagai pembalap gokart, sampai balap single seater yang berlaga di berbagai kota di luar negeri, serta balap non-single seater yang berlangsung di Sentul Sirkuit Bogor.
Selain menjadi manajer, Alexandra Asmasoebrata juga menuliskan betapa ayahnya merangkap sebagai bodyguard-nya setiap kali turun balapan, memotretnya di setiap kesempatan saat hendak berlaga di trek, hingga ia sebutkan sebagai paparazzi nomer satu, supporter nomor satu, media gathering tour guide, stalker nomor satu karena tak jarang ikut naik ke podium dan membawakan bendera Merah Putih saat putrinya itu berlaga di luar negeri. Dan tak ketinggalan menjadi rivalnya dalam balap karting di kelas Rotax Max.
Salah satu yang diingat Suara.com pada saat Alex Asmasoebrata turun di kelas Rotax Max Senior, sekitar 2000-an, dengan kebapakan ia menyebutkan turun balap lagi untuk menyemangati putrinya itu.
Sementara dari kantor berita Antara, disebutkan bahwa meninggalnya H. Alex Asmasoebrata bin H. Ipik Asmasoebrata, Ketua Umum Pordasi DKI Jakarta, dan Ketua Harian PP Pordasi adalah karena sakit yang diderita cukup lama.
Beliau dimakamkan hari ini (2/1/2021) di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
Baca Juga: Kaleidoskop Oto: Motor Bermesin Bongsor ke Indonesia pada 2020
Selamat jalan Oom Alex, selamat beristirahat panjang.
Berita Terkait
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia Setelah Jalani Perawatan Intensif
-
Taktik Agresif Bocah Sleman Sukses Pecundangi Rider Eropa di Moto3 Junior, Penuh Drama Berdebar
-
Klasemen Moto3 Junior 2026: Kiandra Ramadhipa Tempel Puncak usai Menang di Estoril
-
Mengamuk di Jepang! Pembuktian Buasnya Mesin CBR Series Bawa AHRT Borong Podium ARRC Motegi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sederhana dan Gemar Bercanda, Ini Sosok Mantan Wali Kota Serang Syafrudin di Mata Budi Rustandi
-
Kejari Tangsel Bongkar Dugaan Korupsi, Kepala Unit Jadi Tersangka
-
Gubernur Banten: 801 SMA hingga MA Swasta di Banten Kini Gratis
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi