SuaraBanten.id - Bocah 12 tahun tewas tertembak peluru nyasar saat Tahun Baru 2021. Bocah itu sorang gadis belia.
Juru bicara PNP Brigadir Jenderal Ildebrandi Usana mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 01.00 pagi waktu setempat pada 1 Januari 2021. Insiden itu menjadi kasus kematian pertama akibat peluru nyasar.
Kejadiannya di Lanao del Norte, Filipina. Menyadur The Straits Times, Jumat (1/1/2021) Kepolisian Nasional Filipina (PNP) mengungkapkan jika seorang hadis berusia 12 tahun tewas terkena peluru nyasar.
"Ada satu korban jiwa, seorang anak berusia 12 tahun tewas akibat peluru nyasar. Ini terjadi di Lanao del Norte," kata Brigadir Jenderal Ildebrandi Usana dalam jumpa pers.
Brigjen Usana mengatakan gadis itu sedang bermain di luar dengan sepupunya, memegang celengannya, dan dia tiba-tiba jatuh.
Awalnya gadis itu dianggap jatuh karena terpeleset, tetapi kemudian diketahui bahwa dia tertembak peluru di bagian kepala.
"Dokter menemukan bahwa gadis itu tidak hanya terpeleset tapi juga terkena luka tembak," kata Brigjen Usana.
Dia menambahkan bahwa polisi sudah menyelidiki kejadian tersebut. Penyelidik sedang menunggu hasil otopsi untuk mengambil peluru yang masih bersarang di kepalanya.
Selain itu, seorang bocah berusia enam tahun juga menjadi sasaran peluru nyasar yang membuat perutnya terluka.
Baca Juga: Viral! Bocah Pandu Orangtua Tunanetra, Warganet: Keluar Air Mata
Bocah enam tahun, yang berasal dari Sta. Catalina, Negros Occidental itu, tertembak di bagian perutnya saat dia buang air kecil di luar.
Brigjen Usana mengatakan kejadian itu terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Ia menambahkan anak itu saat ini sedang dalam pemulihan di rumah sakit.
Insiden peluru nyasar lainnya dilaporkan di Kota Dagupan di mana seorang laki-laki dewasa tertembak di bagian kakinya.
Brigjen Usana mengatakan korban tertembak peluru nyasar saat akan tidur. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Sampah Karton Aseptik Melonjak, Kemenperin dan KLH Genjot Penerapan EPR
-
Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano
-
Pengakuan Yayat Yakin Mayat Tanpa Identitas di Pulau Enggano Adalah Ayahnya Usai Lihat Benda Ini
-
Gubernur Andra Soni Sampaikan Belasungkawa Langsung ke Keluarga Surakman
-
120 SD dan SMP di Cilegon Kelola Sampah di Sekolah, 35 Ton Berhasil Dikelola