SuaraBanten.id - Angka penyebaran Covid-19 di Kota Tangerang masih terbilang tinggi hingga awal tahun 2021. Berdasarkan data dari website resmi Pemkot Tangerang covid19tangerangkota.go.id hingga pukul 14.50 WIB
Diketahui, jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 4.229 julah tersebut bertambah sebanyak 53 pada hari ini, dalam perawatan 3.30 pasien dengan penambahan pasien sebanyak 40 pasien, sembuh 3.801 dan meninggal 98 orang.
Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, saat ini angka Covid-19 masih cukup tinggi. Tingginya angka paparan bukan cuma di Kota Tangerang saja, namun juga terjadi di Jakarta, kabupaten Tangerang dan wilayah lainya.
"Maka kita evalusi dari waktu ke waktu terus menerus kapasitas rumah sakit semakin penuh, itu terjadi karena banyak masyarakat yang terpapar dari kluster keluarga. Angka yang terpapar Covid-19 mencapai 45 persen dari anggota keluarganya di rumah," ungkapnya kepada Suara.com, Jumat (1/1/2021).
Untuk menghindari lonjakan terus terjadi, Arief menambah Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) untuk isolasi agar tidak memaparkan ke yang lain. Kata Arief, saat ini Pemkot Tangerang memiliki RIT dengan total 375 tempat tidur.
"Jumlah tersebut terdiri dari Pakons Prime Hotel 113 tempat tidur, Puskesmas Jurumudi Baru 70 tempat tidur, Puskesmas Gebang Raya 28 tempat tidur, Puskesmas Panunggangan Barat 44 tempat tidur, RPS (Rumah Perlindungan Sosial-red) 38 tempat tidur dan Hotel Siti 82 tempat tidur," urai Walikota Tangerang dua periode itu.
Kata Arief, dalam waktu 2-3 pekan ia akan mengevaluasi kembali trand penyebarannya seperti apa.
"Kalau kita lihat libur panjangnya akhir Oktober lalu, tapi hingga akhir Desember enggak turun-turun," ujarnya.
Meski memiliki fasilitas RIT tambahan, Arief berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 agar jumlah masyarakat terpapar tidak terus bertambah.
"Terapkan 4M, Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan menghindari kerumunan," imbaunya.
Baca Juga: Jam Buka Restoran dan Kafe di Depok Masih Dibatasi Sampai 12 Januari
Kontributor : Hairul Alwan
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Langgar 3 Ranah Hukum Sekaligus, Kementerian LH Gugat Produsen Oli Bekas di Tangerang
-
Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Ibu Rumah Tangga Jadi Pengedar, Ambil 3.453 Paket Sabu di Tong Sampah Minimarket Bojonegara
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman