SuaraBanten.id - Transfusi Plasma Konvalesen atau TPK belakangan mulai di uji klinis di berbagai Rumah Sakit di Indonesia. Menurut informasi yang dihimpun Suara.com, TPK mulai di uji klinis di beberapa rumah sakit seperti RSPAD, RSCM dan RS Persahabatan.
Sementara di Kota Tangerang, donor Plasma Konvalesen mulai dibuka PMI Kota Tangerang sejak Selasa (15/12/2020) lalu. Bagi para penyintas Covid-19 yang mau mendonor bisa langsung datang ke lantai 2 UDD PMI Kota Tangerang mulai pukul 08.00-22.00 WIB.
Diketahui, TPK merupakan metode yang bisa dilakukan untuk penyembuhan pasien Covid-19 dengan cara memberikan plasma konvalesen dari pasien Covid-19 yang sudah sembuh.
Antibodi terhadap virus penyebab Covid-19 di plasma pasien sembuh bakal didonorkan ke pasien yang masih menjalani perawatan. Golongan darah antara pendonor dan pasien yang akan menerima donor plasma tersebut juga harus sama.
Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang Ade Kurniawan mengatakan, hingga Minggu (20/12/2020) Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Tangerang sudah mendapat 9 pendonor plasma konvalesen. "Data yang sudah masuk di kita ada 30 orang, namun tidak semua penyintas Covid-19 bisa mendonorkan plasma konvalesennya," katanya kepada Suara.com, Minggu (20/12/2020).
Saat penyintas Covid-19 mendaftar ke PMI untuk mendonorkan plasma konvalesennya, lanjut Ade, mereka harus melalui pemeriksaan H2TL, NAT, titer. "Tiga pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui apakah ada antibodi pada plasma darah atau tidak," ungkapnya.
Ade menjelaskan, ada beberapa syarat yang juga harus dipenuhi pendonor plasma konvalesen di UDD PMI Kota Tangerang. Syarat yang harus dipenuhi diantaranya, diutamakan laki-laki usia 18-60 tahun, berat badan minimal 55 kilogram, suhu tubuh 36,5-37,5 derajat celcius.
"Mereka juga harus bersedia menandatangani informer consent (persetujuan medis sebelum dilakukan tindakan-red) dan telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 dengan bukti dua kali pemeriksaan Swab Test," jelasnya.
"Hasil pemeriksaan swab testnya juga harus dengan hasil RT-PCR negatif dan diutamakan dengan hasil positif antibody covid-19," imbuhnya.
Baca Juga: Sudah Terinfeksi, Perlukah Tetap Mendapat Vaksin Covid-19?
Kata Ade, TPK sebelumnya pernah diterapkan untuk mengatasi wabah SARS, Ebola, H1N1 dan MERS. Hasil penelitian pada penyakit-penyakit diatas menunjukan hasil yang cukup baik terutama bagi pasien dengan gejala berat.
"Karenanya, nanti Plasma Konvalesen yang terkumpul akan diberikan bagi pasien Covid-19 dengan gejala berat," urainya.
Sejauh ini, lanjut Ade, pihaknya baru hanya mengumpulkan Plasma Konvalesen dari para pendonor dan belum mendistribusikan ke rumah sakit untuk di tranfusikan ke pasien Covid-19. Namun, pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan dan beberapa rumah sakit yang terdapat pasien Covid-19.
"Kami minta pasien yang sudah sembuh bisa mendonorkan plasma konvalesennya, termasuk jika rumah sakit ada permintaan silahkan sampaikan. Kami akan berikan sesuai ketersediaan stok," pungkasnya.
Kontributor : Hairul Alwan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Paling Hits April 2026: Kualitas Premium, Harga Bersahabat
-
6 Fakta Pembunuhan Sopir Taksi Online di Serang: Pelaku Divonis Seumur Hidup
-
Awas! Galon 'Ganula' Usia 11 Tahun Masih Beredar, 92 Juta Warga RI Terancam Bahaya BPA
-
Minat Ternak Rendah, Stok Sapi Lokal Banten Hanya Mampu Penuhi 19 Persen Kebutuhan Kurban
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Hakim Ganjar Pembunuh Sopir Taksi Online Penjara Seumur Hidup