SuaraBanten.id - Kasat Reskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma menyatakan bahwa 6 orang warga Lebak yang menjadi korban tanah longsor di Cikatumburi, Desa Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber, bukan sedang melakukan aktivitas menambang emas.
David mengakui bahwa ada 6 orang warga yang menjadi korban tanah longsor. Lima di antaranya sudah berhasil ditemukan dan sedang dilakukan identifikasi pada para korban.
“Memang ada kejadian tanah longsor di Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber dengan korban 6 orang dan dinyatakan korban sudah ditemukan sebanyak 5 orang. Jadi korban 6 orang, 5 orang di antaranya sudah kami identifikasi dan untuk korban Rudi belum ditemukan di sekitar TKP,” kata David pada Bantennews.co.id—jaringan Suara.com—, Sabtu (12/12/2020).
David juga memastikan bahwa para korban ini bukan sedang melakukan aktivitas menambang di lokasi melainkan hanya sedang mendirikan tenda.
“Jadi bukan orang yang sedang menambang namun itu orang sedang mendirikan tenda di taman nasional. Tapi mereka mau ngapain disana kami tidak tahu karena semuanya sudah meninggal, siapa yang mau diperiksa,” tambahnya.
Kata David, untuk membantu evakuasi dan pencarian korban dari Polres Lebak dibantu Polsek Cibeber sudah menerjunkan anggotanya ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan dibantu anggota dari TNI, Basarnas dan tim kesehatan.
Selain itu, dari kepolisian juga sudah menerjunkan tim identifikasi untuk memastikan bahwa jenazah yang ditemukan memang benar korban tanah longsor.
“Langkah kami dari Satreskrim menerjunkan tim identifikasi seperti contoh tangan maupun tulang itu akan kami identifikasi dan akan diminta hasil kecocokan antara keluarga dan korban dari tim DVI,” ungkapnya.
Dia membeberkan, kondisi cuaca yang terus terjadi hujan membuat pencarian sedikit terganggu. Selain itu, medan pegunungan juga membuat khawatir terjadinya bencana longsor susulan.
Baca Juga: 26 Jalan dan Jembatan di Lebak Rusak Gegara Banjir, Kerugian Capai Rp2,5 M
Berita Terkait
-
Dampak Gempa NTT: 5 Warga Meninggal, Infrastruktur Jalan Putus dan Longsor
-
MDKA Tambah Kepemilikan EMAS, Saham Tembus 64%
-
Tambang Emas Martabe Tak Jadi Diambil Danantara, Pendapatan UNTR Turun 15 Persen
-
Kemarau Bongkar Jejak Permukiman yang Tenggelam di Bendungan Karian
-
Operasi Besar-besaran! Banten Tutup 32 Tambang Ilegal
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
BRI Bangun Tiga Posko Logistik BRI Peduli untuk Korban Gempa NTT
-
Mau Mutasi Kendaraan Luar Banten? Ada Diskon Pajak Hingga 40 Persen Mulai 18 Agustus
-
Nekat Kabur Ketika Hendak Dibawa ke Rutan, Begini Nasib Tahanan Pencurian di PN Serang