M Nurhadi
Sabtu, 12 Desember 2020 | 15:05 WIB
Ilustrasi-- Petugas menyemprotkan cairan desinfektan kontainer berisi vaksin COVID-19 setibanya, di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin (7/12/2020). Vaksin COVID-19 produksi perusahaan farmasi Sinovac, China tersebut disimpan dalam ruangan pendingin dengan suhu 2-8 derajat celcius, selanjutnya akan dilakukan pengambilan sampel untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma. [ANTARA FOTO/HO/Setpres-Muchlis Jr]

SuaraBanten.id - Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang dr Hendra Tarmizi menyebut, pihaknya telah mendata warga yang menjadi prioritas untuk menerima vaksin Covid-19.

Hendra bahkan mengatakan, kesiapan vaksinasi sudah mencapai 70 persen. Namun, kini pihaknya belum melanjutkan pendataan karena tengah menunggu platfom via aplikasi.

“Sudah 70 persen kesiapannya. Cuma sementara kita enggak mendata lagi karena masih menunggu aplikasi yang terkoneksi dengan NIK KTP untuk melakukan pendataan,” ujar Hendra, Sabtu (12/12/2020).

Ia melanjutkan, Pemkab Tangerang masih menunggu arahan terkait petunjuk teknis (juknis) vaksinasi Covid-19. Hal ini lantaran juknis jadi salah satu yang diatur adalah persoalan anggaran untuk vaksin.

“Belum kita hitung secara detail karena belum pasti ya. Kita tunggu petunjuk teknisnya, baru bisa memperhitungkan anggarannya,” ungkapnya, melansir Bantennews.

Tidak hanya mendata target prioritas penerima vaksin, Hendra menuturkan, saat ini pihaknya sudah telah memberikan pelatihan bagi petugas medis yang akan melakukan vaksinasi.

Pelatihan diberikan secara daring kepada tiga perwakilan tenaga medis dari 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang.

“Jika dihitung, minimal ada 132 tenaga medis yang kita berikan pelatihan di seluruh puskesmas dan rumah sakit yang jadi vaksinator,” pungkasnya.

Baca Juga: Lampard Marah, Tak Ada Pesta Natal untuk Pemain Chelsea

Load More