SuaraBanten.id - Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI telah merampungkan renovasi halte TransJakarta Senen, Jakarta Pusat. Halte ini sempat dibakar oknum saat aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja 8 Oktober lalu.
Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Angelina Betris mengatakan pengerjaan renovasi ini dikerjakan oleh Dinas Bina Marga tak lama setelah kejadian. Pengerjaannya sudah rampung dan bisa beroperasi normal pada Minggu (22/11/2020) lalu.
"Halte Senen sudah bisa difungsikan dan melayani masyarakat sejak Minggu, 22 November 2020 kemarin," kata Betris dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (24/11/2020).
Betris menjelaskan, halte Senen ini berbeda dengan kondisi sebelumnya karena ada sejumlah penambahan fasilitas. Sebab sekarang bangunan ini memiliki luas tiga kali lipat dibanding halte sebelumnya.
"Hal ini ditujukan untuk memberikan ruang gerak yang lebih besar kepada pelanggan," ujarnya.
Ruang gerak yang lebih luas disebutnya bermanfaat khususnya dalam masa pendemi saat ini. Sebab, sesuai dengan aturan protokol kesehatan, pelanggan harus menjaga jarak minimal 1 meter.
Selain itu, ia menyebut ada penambahan drrmaga pintu. Betris menyebut saat ini halye Senen memiliki 12 dermaga di kedua sisi dari sebelumnya yang hanya berjumlah enam dermaga saja.
"Dengan ini juga diharapkan pelanggan bisa nyaman saat melakukan aktivitas penaikan maupun penurunan pelanggan dan mengurangi pelanggan yang berdesakan di dalam halte, mengingat Halte Senen ini merupakan halte Transit," tuturnya.
Betris juga menyebut halte Senen sekarang juga dilengkapi dengan musholla, toilet ramah disabilitas, lift, serta ruang ramah perempuan dan anak. Bahkan, halte ini juga terhubung langsung dengan jembatan penyebrangan orang atau JPO kekinian dengan motif plano.
Baca Juga: Wagub DKI Nyatakan PSBB Transisi Jakarta Kembali Diperpanjang
"Dengan adanya JPO ini pelanggan sudah bisa melakukan transit menuju halte Central Senen untuk berpindah rute dan melanjutkan perjalanan," pungkasnya.
"Metode pembayaran di gate ini bisa dilakukan menggunakan kartu uang elektronik maupun meggunakan fitur QR Code pada aplikasi TIJE," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Gagas LPDP Jakarta, Siap Biayai Warga Kuliah S2-S3 hingga Luar Negeri
-
Jangan Dipendam Sendiri! Pemprov DKI Sediakan Psikolog Gratis 24 Jam untuk Warga Jakarta
-
Pemprov DKI Akui Tingkat Depresi di Jakarta Tinggi, Janjikan Peningkatan Layanan Kesehatan Mental
-
Digusur dari Lahan Makam, Ratusan Keluarga di Jaktim Minta Direlokasi ke Rusun
-
Kasus Kekerasan di Jakarta Melonjak, Anak-anak Jadi Korban Paling Dominan
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
4 HP Snapdragon Paling Murah, Cocok untuk Daily Driver Terbaik Harga mulai Rp 2 Jutaan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
Terkini
-
Setiap Hari Tempuh 2 Jam dan Jalan Kaki 3 KM, Kisah Armani Guru SD Pelosok di Pandeglang Banten
-
4 Rekomendasi Wisata Pandeglang Banten untuk Family Time Akhir Tahun
-
SBY dan Dua Tokoh Dunia Bertemu dalam Satu Panggung untuk Pertama Kalinya di NICE
-
Cuma Gara-gara Utang Rp500 Ribu dan Diludahi, Pria di Cikupa Tega Habisi Nyawa Teman
-
Kenaikan Insentif Guru Honorer Cuma Rp100 Ribu, Mendikdasmen Panen Cibiran