SuaraBanten.id - Wabah Covid-19 yang menyerang sejumlah negara di dunia jelas saja membuat banyak pihak kelimpungan. Tidak sedikit dari mereka yang kesulitan bahkan kehilangan pekerjaan.
Namun, saat penderitaan publik imbas dari pandemi Covid-19 terus mencuat, warganet Twitter dengan nama ikancupang alias @skidipapap95 justru bersyukur dengan adanya pandemi.
Netizen itu baru-baru ini membagikan sebuah video yang menunjukkan stok barang dagangannya yakni alat pelindung diri (ADP) yang menurutnya sedang laris manis.
"Pliss atuh jangan doain covid ilang dulu. Aing (saya) kan dapet duit dari sana," tulis @skidipapap95 dengan emoji menangis, Kamis (24/09/2020).
"Ini alhamdulillah hasil penjualan apd boho di sore hari ini. Ntar dulu ya doa covidnya," sambungnya.
Terlihat dalam video itu, berkardus-kardus ADP ditata dalam sebuah ruangan.
Ia menyebut, tumpukan ADP tersebut telah dipesan oleh seseorang dengan nama Pak Bambang.
"Ini Kamis 24 September jam 14 lebih 22 menit, untuk Bapak Bambang, ini ready stok banyak, barang mantap ditunggu," kata @skidipapap95 saat merekam ADP yang dijualnya.
Cuitan tersebut adalah lanjutan dari kicauan sebelumnya di mana @skidipapap95 membagikan saldo ovo dan gopay dengan meminta doa dari warganet.
Baca Juga: 8 Pedagang Pasar Melati Medan Reaktif Covid-19
"Ada sedikit rejeki dari Tuhan karena kerja keras hari ini. Karena itu gua mau berbagi sedikit buat kalian malam Jumatan. Retweet sama reply doa untuk kalian. Samaa follow ya," tulis ikancupang.
Meski demikian, banyak warganet yang tidak setuju dengannya, mereka mendoakan agar pandemi segera berakhir. Salah satu doanya datang dari pemilik akun @_bocahga***.
"Semoga pandemic ini segera berlalu, supaya ekonomi kembali normal dan dapat beraktivitas seperti dulu lagi," katanya.
Meski doa tersebut baik, pemilik akun @skidipapap95 justru tidak menyukai doa itu karena merasa terancam bisnisnya kacau.
Sementara pengguna Twitter lainnya pun berbondong-bondong menghujat pernyataan @skidipapap95 yang berharap agar Covid-19 tidak segera berakhir.
"Aku tau kamu caper. Pengen viral biar banyak orderan lagi. hm~ +62 kan gitu ya, skandal buruk malah jadi TERKENAL," tulis @jscm*** menduga.
"Gue tahu rezeki lo dapat dari covid. Tapi apa pantes lo ngeluarin kata-kata kayak gtu? ga kasian sama orang yang keluarganya meninggal karena covid? tukang gali kubur? semoga Allah gak buat nasib lu kayak mereka ya. semangat cari cuan. next perbaiki lagi kata-katanya bro," terang akun @xxvy***
Berita Terkait
-
Mulai Besok, Bekasi Tutup Restoran Tak Patuh Protokol COVID-19
-
Sembilan Armada Perkuat Operasi Udara Karhutla di Sumsel
-
Dampak Covid-19, Penumpang Internasional ke Sumut Turun 68,21 Persen
-
Anthony Fauci: Kita Harus Tetap Lakukan 3M Meski Sudah Ada Vaksin Covid-19
-
Selama Musim Panas, Orang Usia Muda Lebih Banyak Terinfeksi Covid-19
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Misteri Kematian Anak Politisi PKS Cilegon: Tersangka Ajukan Praperadilan, Ngaku Bukan Pembunuhnya
-
Karya Anak Bangsa, Disiplinku Siap Bangun Fondasi Tim Profesional di Era Digital
-
DLH Tangerang Uji Cemaran Pestisida di Sungai Cisadane: Warga Dilarang Mandi Cuci Sementara
-
Lewat Konvensi Nasional Media Massa, Komdigi Tekankan Peran Strategis Pers di Era AI
-
5 Poin Penting Kasus Ngeri Warga Tangerang Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik dan Wajah Dilakban