"Dan waktu itu dapat pemasukan Rp 1 juta, dan itu seneng banget. Dari situ kepikiran untuk fokus di sektor wisata," ungkapnya.
Keputusannya untuk lebih serius di sektor wisata sebagai tour operator mendoronya untuk berhenti bekerja sebagai tenaga honor di instansi pemerintahan. Sehingga hal itu membuat pihak keluarga pun berang dengan keputusan yang diambil.
Maklum saja, jenjang karir yang belum jelas sebagai tour operator, serta pola pikir masyarakat di daerah soal bekerja di instansi pemerintah adalah kebanggaan dan jaminan hidup meski hanya sebatas tenaga honor menjadi alasan pihak keluarga marah besar.
"Karena ingin fokus, saya pun memilih berhenti dari dinas. Wah itu marah besar keluarga, abis diomel-omelin. Maklum kan orangtua pengen anaknya jadi PNS gitu. Tapi saya sih yakin kalau ini bisa jadi jalan. Saya berusaha meyakinkan keluarga, tapi tadi itu, harus ada bukti konkret biar mereka percaya," terangnya.
Baca Juga: Kembali Dibuka, Simak Imbauan Taman Nasional Ujung Kulon untuk Wisatawan
Bulan demi bulan dilalui Deden pasca berhenti bekerja di instansi pemerintah, dan puluhan rombongan peserta trip ke Taman Nasional Ujung Kulon pun justru silih berganti menjadi peserta travel miliinya. Hal itu pun perlahan membuat pria yang kini sudah memiliki dua anak itu pun kembali mendapat kepercayaan dan pengakuan dari pihak keluarga.
Bahkan, keluarga yang sedari awal menentang, justru kini berbalik mendukung dengan apa yang menjadi keputusannya. Tak tanggung-tanggung, hanya kurang dari 5 tahun, Deden pun sudah berhasil memiliki rumah dan mobil sendiri hasil dari jerih payahnya selama ini.
Bahkan, rencana memiliki kapal motor sendiri sudah mulai dirancangnya. Bukan sekedara wacana, puluhan juta rupiah sudah ia investasikan untuk membuat kapal.
"Alhamdullilah sekarang mendukung. Sudah beli rumah, beli mobil saya. Inshaallah sekarang lagi bikin kapal. Mudah-mudahan cepet terealisasi," kata pria yang juga lulusan S1 disalah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Pandeglang tersebut.
Dari penghasilan sekitar Rp 1jutaan saat bekerja di instansi pemerintah sejak tahun 2009. Kini omzet Deden pun bisa mencapai puluhan juta dari hasil mengantar orang yang hendak berlibur ke Taman Nasional Ujung Kulon. Walaupun, pasang surut pun masih kerap dihadapi.
Baca Juga: Hari Ini, 10 Agustus, Taman Nasional Ujung Kulon Resmi Kembali Dibuka
"Omzet perbulan sih tergantung, kalau lagi rame bisa lebih dari Rp 30 juta dalam satu bulan. Tapi kalau sepi berkisar di angka Rp 3-8 jutaan. Setiap bulan sih ada aja yang berangkat. Kecuali kalau Ujung Kulon ditutup kayak kemarin pas corona," ungkapnya.
Berita Terkait
-
BAKTI Komdigi Tandatangani PKS Dalam Rangka Pemanfaatan BTS di Taman Nasional Ujung Kulon
-
Lomba Lari di Pinggir Pantai untuk Kampanye Pelestarian Badak Jawa, Siapa Mau Ikut?
-
Cara Pelaku Perburuan Liar Badak Jawa Masuk TNUK Terbongkar, Mereka Punya Data Penting Ini
-
26 Badak Jawa Mati di Tangan Pemburu, Pelaku Berjumlah 13 Orang
-
Pemburu Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon Dituntut 5 Tahun Penjara
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Berdiri 2019, Kini Minyak Telon Lokal Habbie Capai Omzet Belasan Juta Rupiah
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Sukses Perkenalkan Minyak Telon Lokal, Habbie
-
Kawasan Banten Lama Dipadati Ribuan Peziarah Pada Libur Lebaran
-
Pulau Merak Besar dan Pulau Merak Kecil Dipadati Ribuan Wisatawan
-
Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang Bakal Digelar Sederhana, Buntut Efisiensi Anggaran