SuaraBanten.id - Para penggali kubur untuk jenazah korban COVID-19 belum memiliki honor bulanan. Mereka hanya dibayar setiap ada pemakaman jenazah.
Hal tersebut dirasakan para penggali kubur di Taman Pemakaman Umum (TPU) Buniayu, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.
Pengawas Taman Pemakaman Umum (TPU) dari Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang Ajat Sudrajat membenarkan kondisi itu.
Ajat menyatakan, belum ada anggaran khusus terhadap para penggali kubur untuk setiap bulannya. Karena itu, mereka sekadar dibayar setiap kali ada pemakaman.
"Honor rutin setiap bulan belum ada. Setiap penggalian kami bayarnya tunai langsung," ujar Ajat saat ditemui Suara.com di lokasi, Sabtu (5/9/2020).
"Rencananya mau dianggarkan di tahun 2021. Biar mereka ada honor tetap setiap bulan," ujarnya.
Kendati belum ada honor yang tetap, Ajat mengklaim, kebutuhan para penggali kubur yang berada di TPU Buniayu tercukupi.
"Dari TPU lainnya, penggali kubur di TPU sini mereka paling sajehtera. Saya kasih kopinya hingga rokoknya mereka," tuturnya.
"Bahkan kami sediakan di sini obat-obatan untuk mereka jika ada yang sakit ringan," lanjutnya.
Baca Juga: Ratusan PNS di Kabupaten Tangerang Diusulkan Naik Pangkat, Ini Rinciannya
Karena itu, Ajat melanjutkan, para penggali kubur di TPU Buniayu dilarang untuk meminta-minta kepada keluarga korban jenazah COVID-19.
"Saya tekankan kepada mereka minta uang rokok atau apapun kepada keluarga korban, saya langsung tindak," paparnya.
TPU Buniayu memiliki luas lahan 40 hektare, diantaranya 3 ribu meter diperuntukkan untuk jenazah korban COVID-19. TPU ini memiliki 4 penggali kubur, dan 4 pengurus.
"Pengelolanya empat, tapi yang aktif tiga. Kalau penggali kubur ada empat, meskipun terbilang terbatas masih bisa tertangani untuk petugas yang ada sekarang," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Haerun salah seorang penggali kubur TPU Buniayu mengakui tetap semangat melakoni pekerjaannya.
Meskipun bayaran yang diterima sekadar Rp 150 ribu, menurutHaerun hal itu cukup untuk kebutuhan keluarga.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi