M Nurhadi
Ilustrasi pasangan saat bercinta. [shutterstock]

SuaraBanten.id - Meningkatnya kasus wabah corona di berbagai belahan dunia semakin membuat banyak pihak waspada. Protokol kesehatan wajib dijalankan setiap waktu, tak terkecuali saat bercinta.

Hal ini disampaikan oleh seorang dokter dari Kanada bernama Dr Theresa Tam. Menurutnya, kecil kemungkinan tertular Covid-19 dari air mani atau cairan vagina.

Meski demikian, aktivitas seksual dengan pasangan baru memang meningkatkan risiko tertular virus, terutama jika ada kontak dekat seperti berciuman.

“Seperti aktivitas lain selama Covid-19 yang melibatkan kedekatan fisik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko tertular dan menyebarkan virus,” ujarnya dikutip Batamnews (jaringan Suara.com) dari The Star, Kamis (3/9/2020).

Ia juga menyebut, akan terasa aneh jika bercinta tanpa terlebih dahulu "pemanasan". Namun, Tam mengingatkan ciuman dan tatap muka secara berdekatan memang perlu dihindari.

"Kenakan masker yang menutupi mulut dan hidung Anda, dan pantau diri Anda dan pasangan untuk gejala sebelum aktivitas seksual apa pun," kata Tam.

Menurutnya, kesehatan seksual adalah bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan sehingga penting menjaga diri saat berhubungan seksual.

"Orang Kanada dapat menemukan cara untuk menikmati keintiman fisik sambil menjaga kemajuan yang telah kita buat untuk mengatasi Covid-19," imbuhnya.

Hingga saat ini, Kanada mencatat 129.425 kasus Covid-19 dan 9.132 kematian, pada 1 September. Kasus harian baru menunjukkan tren penurunan, meski ada peningkatan baru-baru ini yang didorong oleh lebih banyak infeksi di beberapa provinsi di Kanada barat.